Kepercayaan publik terhadap Presiden capai 61,4 persen - ANTARA News Kalimantan Barat

calendar_today 07.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) mengatakan mayoritas publik masih percaya dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai cukup positif, yaitu sekitar 61,4 persen, sementara yang mengatakan tidak percaya 35,9 persen, dan yang tidak tahu/tidak jawab 2,7 persen.

"Kalau tingkat kepercayaan itu adalah hal-hal yang terkait dengan yang, istilah, istilah saya itu intangible, yang enggak terlihat. Ini soal keyakinan ya," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif'an dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ali mengatakan secara statistik, angka hasil survei nasional tersebut masih berada di ambang batas mayoritas.

"Masih relatif positif ya," ujarnya.

Adapun terkait kepuasan kinerja Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 57,6 persen publik mengatakan puas, sementara yang mengatakan tidak puas 40,6 persen, dan yang tidak tahu/tidak jawab 1,8 persen.

Rilis survei Arus Survei Indonesia tersebut merupakan bagian dari riset nasional bertema “Evaluasi Kinerja & Program Prioritas Pemerintahan Prabowo-Gibran.”

Survei dilaksanakan pada 23–29 Juli 2026 secara nasional di 38 provinsi di Indonesia melalui wawancara tatap muka. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 1.200 responden, dengan penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan margin of error (MoE) ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei tersebut juga menyatakan mayoritas masyarakat masih menginginkan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut tergambar dalam hasil survei nasional dengan sebanyak 51,5 persen masyarakat menyatakan setuju program MBG dilanjutkan (Gabungan sangat setuju 12,3 persen dan cukup setuju 39,2 persen).

Sementara itu, sebanyak 45,4 persen responden menyatakan tidak setuju program tersebut dilanjutkan. Angka tersebut gabungan dari kurang puas 29,6 persen, dan sangat tidak setuju 15,8 persen. Hanya 3,3 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurut Ali, temuan tersebut menunjukkan bahwa MBG masih dipandang sebagai program yang memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat.

Ali menilai dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan sebuah program pemerintah pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh bagaimana program tersebut diimplementasikan dan dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.