Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:15 WIB
Jakarta, VIVA – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria mengungkapkan pihaknya akan memaparkan setidaknya 12 klaster produk bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga
"Produk kita ada sekitar 12 klaster ya. Jadi 12 klaster ya produk kurang lebih setelah dikurasi ya di atas 150 ya produk ya. 150 sampai 200 produk ya," kata Arif kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menjelaskan bahwa ada beberapa isu yang akan dibahas bersama Prabowo, di antaranya yaitu terkait pangan, energi hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga
"Ya kami paparkan ya over all ya dari 12 klaster itu, yakni isu pangan, isu riset tentang pangan, riset tentang energi, riset tentang berkaitan untuk bisa mensupport produk kita untuk kampung nelayan, produk kita untuk MBG," kata dia.
Selain itu, BRIN juga akan memaparkan hasil riset antariksa, penerbangan hingga riset nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia menegaskan tak semua isu yang akan dipaparkan BRIN kepada Prabowo karena berada di luar daerah.
Baca Juga
"Ya itu produk-produk riset kita memang sudah sangat banyak dan terus terang tidak semua produk inovasi bisa kami pamerkan karena sebagian kan tersebar di berbagai wilayah dan kemudian juga sebagian besar-besar ya sehingga kami sampaikan beberapa yang memang bisa dibawa ke istana," katanya.
Adapun, Prabowo mengundang sebanyak 150 peneliti BRIN yang akan memaparkan hasil riset di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Arif, berbagai inovasi yang dipresentasikan berfokus pada penyelesaian persoalan-persoalan strategis yang menjadi perhatian pemerintah, mulai dari lingkungan hidup hingga ketahanan sumber daya.
“Persoalan sampah, persoalan giant sea wall, kemudian juga persoalan air, persoalan pangan, dan juga persoalan lainnya,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah teknologi Absorbed Natural Gas (ANG) yang dinilai memiliki potensi besar mendukung transformasi energi nasional.
“Karena apa? Karena memang ada produk potensial yang memang belum bisa masuk pasar tapi ini punya prospek yang bagus. Seperti produk-produk untuk apa namanya ANG atau Absorbed Natural Gas ya yang itu bisa menjadi salah satu poin untuk revolusi energi di Indonesia,” jelas Arif.
Halaman Selanjutnya
Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan berkeliling melihat langsung berbagai hasil inovasi BRIN serta berdialog dengan para peneliti yang mengembangkan teknologi tersebut. Arif berharap interaksi langsung itu akan memberikan arah baru bagi pengembangan riset nasional agar semakin berdampak bagi masyarakat.