Kendalikan Inflasi, Mendagri Ingatkan Pemda Waspadai Kenaikan Harga Daging Ayam, Telur dan Beras

calendar_today 14.09.2026 - person  - timer ~

Ayu Rachmaningtyas

| 14 September 2026, 20:59 WIB

Kendalikan Inflasi, Mendagri Ingatkan Pemda Waspadai Kenaikan Harga Daging Ayam, Telur dan Beras

Mendagri, Tito Karnavian, menyebut pemerintah mencermati pergerakan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. - Foto: Puspen Kemendagri

AKURAT.CO Pemerintah daerah diminta mewaspadai kenaikan harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi mendorong inflasi nasional. Tiga komoditas yang menjadi perhatian yakni daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

Kendati inflasi nasional masih berada pada level yang relatif terkendali, yakni 3,19 persen, angkanya menunjukkan tren kenaikan dari sebelumnya 2,88 persen. Secara bulanan, inflasi Juli ke Agustus 2026 juga meningkat 0,21 persen.

Menurut Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, kenaikan tersebut terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau; bidang pendidikan; serta perawatan pribadi.

Dari kelompok pangan, pemerintah perlu mencermati pergerakan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras.

"Bulog mungkin bisa melakukan operasi pasar dengan Badan Pangan Nasional dan bagaimana untuk mengumpulkan para distributor dan produsen dicari penyebab, harganya kenapa bisa naik," kata Tito dalam rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Di KTT BRICS, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia

Selain pangan, Tito meminta kewaspadaan terhadap kenaikan harga minyak dunia yang dapat berdampak pada biaya transportasi, khususnya angkutan udara. Ia mengingatkan Kementerian Perhubungan agar mengantisipasi dampak kenaikan harga avtur terhadap tarif angkutan umum.

Tito juga menyoroti disparitas inflasi antardaerah. Ia meminta pemda dengan inflasi tinggi segera memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Ia pun mengapresiasi daerah yang mampu menjaga stabilitas harga sehingga inflasi terkendali.

"Saya ucapkan terima kasih daerah yang bisa mengendalikan," katanya.

Sementara itu, Sekjen Kemendagri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya langkah antisipatif, agar kenaikan harga sejumlah komoditas dapat dikendalikan.

Ia meminta pemda dan pihak terkait memahami pola konsumsi masyarakat dan memantau perkembangan harga sebelum mencapai batas toleransi, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.