Manokwari (ANTARA) - Kementerian Transmigrasi mengirimkan sebanyak 20 Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Airlangga Surabaya untuk melakukan riset, kajian, serta pendampingan selama empat bulan bagi warga di daerah transmigrasi Kabupaten Manokwari, Papua Barat.
Wakil Bupati Manokwari Mugiyono di Manokwari, Senin, mengatakan pelaksanaan Ekspedisi Patriot merupakan upaya pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan agar semakin maju dan mandiri.
"Kami berharap kegiatan ini menghasilkan peta potensi wilayah dan rekomendasi kebijakan yang digunakan ketika menyusun program pembangunan ke depannya," ucap Mugiyono.
Saat ini, kata Mugiyono, Kementerian Transmigrasi telah menetapkan lima program prioritas pembangunan nasional yaitu Trans Tuntas, Transmigrasi Lokal, dan Transmigrasi Patriot, yang disempurnakan dengan Trans Karya Nusantara serta Trans Gotong Royong.
Keterlibatan Tim Ekspedisi Patriot dinilai dapat meningkatkan kemampuan masyarakat di kawasan transmigrasi dalam mengoptimalkan pengelolaan potensi lokal, sehingga mampu bertumbuh menjadi pusat ekonomi baru secara berkelanjutan dan berkeadilan.
"Lokasi pelaksanaan Ekspedisi Patriot 2026 berada di kawasan transmigrasi Distrik Prafi, Masni, Sidey dan Manokwari Utara," ujarnya.
Menurut dia penetapan kelima distrik oleh pemerintah pusat bukan tanpa alasan, tetapi merujuk pada data potensi sumber daya alam (SDA) yang hingga kini belum dikelola secara maksimal, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan lainnya.
Pengembangan potensi dimaksud membutuhkan pendekatan ilmiah, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan SDM kawasan transmigrasi melalui pendampingan dan pelatihan berkala agar dapat menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi.
"Termasuk perluasan jaringan pemasaran produk yang dihasilkan," ucap Mugiyono.
Perwakilan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Prof Hery Purnomobasuki mengatakan pihaknya telah mempelajari hasil ekpedisi tahun 2025 oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sebagai upaya mengidentifikasi potensi baru yang akan digarap.
Tim yang berjumlah kurang lebih 100 orang terdiri dari sejumlah akademisi, alumni maupun mahasiswa berkomitmen mengoptimalkan waktu pelaksanaan ekspedisi selama empat bulan terhitung sejak Agustus, sehingga dapat memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
"Tahun ini mayoritas tim dari Universitas Airlangga merupakan alumni. Banyak guru besar yang terlibat dalam ekspedisi di Manokwari," ujarnya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.