REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat dukungan penyediaan air minum dan sanitasi bagi 2.623 masyarakat terdampak gempa bumi yang saat ini mengungsi di dua posko pengungsian terpusat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemenuhan kebutuhan dasar ini menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan sarana yang ada dan segera memobilisasi peralatan tambahan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kementerian PU terus memperkuat dukungan di lapangan untuk memastikan kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Dua posko pengungsian terpusat tersebut adalah Posko Golo Conggo yang menampung 1.111 jiwa dan Posko Barangkolong dengan 1.512 jiwa. Dengan jumlah pengungsi yang signifikan, pelayanan air minum dan sanitasi perlu terus diperkuat untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama berada di pengungsian.
Sejak pascagempa 15 Agustus 2026, pelayanan air minum di kedua posko didukung melalui unit pengolahan air (HU) dari Pertamina dan Brimob. Sebanyak lima unit HU berkapasitas masing-masing 1.000 liter telah tersedia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum pengungsi.
Distribusi air juga dilakukan menggunakan tiga unit mobil tangki air (MTA) milik PDAM Komodo dengan sumber air dari SPAM IKK Reok yang merupakan sistem eksisting. Kementerian PU terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan distribusi air dapat berlangsung sesuai kebutuhan di kedua posko.
Untuk meningkatkan kapasitas pelayanan, Kementerian PU saat ini memobilisasi tambahan sarana dari Lombok menuju Reok. Peralatan yang disiapkan terdiri atas 4 unit MTA, 1 unit mobil vakum, dan 1 dump truck.
Selain itu, Kementerian PU juga menyiapkan 5 set HU, 2 unit portable MCK, dan 1 unit Biority untuk memperkuat pelayanan air minum dan sanitasi di lokasi pengungsian. Seluruh peralatan tersebut saat ini dalam proses pengiriman dari Lombok, NTB, dan diperkirakan tiba di Reok pada Minggu malam (23/8/2026).
Setelah tiba, peralatan akan segera dimobilisasi dan ditempatkan sesuai kebutuhan di dua posko pengungsian dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.
Untuk fasilitas sanitasi, masyarakat saat ini menggunakan MCK darurat dan MCK milik warga sekitar. Penambahan portable MCK dan mobil vakum dari Kementerian PU diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan sanitasi sekaligus mendukung pengelolaan limbah di kawasan pengungsian.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari respons Kementerian PU dalam penanganan dampak gempa bumi di NTT. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, PDAM, BNPB, TNI-Polri, dan unsur terkait lainnya untuk memastikan pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat terdampak dapat berjalan selama masa tanggap darurat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara