Program ini merupakan kolaborasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN dengan Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesiaemas (PHSI). Rumah yang diberikan tidak hanya berupa hunian, tetapi juga dilengkapi Sertipikat Hak Milik (SHM) bagi penerimanya.
Baca Juga: Ekonomi Ditarget 6 Persen pada 2027, Pemerintah Kejar Penerimaan Negara
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, penyediaan hunian bagi para penerima Rumah Cahaya merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa.
"Saya sebagai Menteri Perumahan sangat senang melihat kolaborasi ini bisa menjadi wujud nyata perhatian kita kepada para pahlawan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri," kata Maruarar saat menghadiri penyerahan Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin Malam (31/8/2026).
Ara mengapresiasi keterlibatan BTN dan Yayasan PHSI dalam menjalankan program tersebut. "Terima kasih kepada BTN dan Yayasan PHSI yang sudah menghadirkan Rumah Cahaya ini," ujarnya.
Pada tahap awal, sebanyak 30 unit Rumah Cahaya dibangun di Serang, Banten. Rumah-rumah tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang dinilai telah berjasa dan membutuhkan dukungan hunian.
Ketua Yayasan PHSI, Sofia Koswara mengatakan, rumah memiliki fungsi penting bagi kehidupan keluarga. Karena itu, Rumah Cahaya diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga bentuk penghargaan kepada penerimanya.
"Rumah memiliki arti penting bagi sebuah keluarga karena menjadi tempat untuk bertumbuh, beristirahat, dan menjalani kehidupan bersama," kata Sofia.
Program tersebut kemudian akan dikembangkan lebih luas. Setelah 30 unit pada tahap awal, sebanyak 42 unit tambahan telah disiapkan. Pengembangan program ditargetkan mencapai 300 unit rumah.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan, gagasan Rumah Cahaya bermula dari pembahasan bersama Yayasan PHSI mengenai bentuk penghargaan yang dapat diberikan kepada orang-orang yang telah memberikan jasa bagi negara setelah masa pengabdian mereka berakhir.
Menurutnya, penghargaan tersebut perlu diwujudkan dalam bentuk yang dapat memberikan manfaat langsung kepada penerima.
"Yang kami berikan tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu berikan bagi negara. Hari ini bukan hanya kami serahkan kunci rumah, tetapi juga Sertipikat Hak Milik," ujarnya.
Rumah Cahaya ditujukan kepada kelompok yang dinilai telah memberikan kontribusi dan jasa bagi bangsa dan negara. Penerimanya antara lain veteran, mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, serta keluarga para pahlawan.
Maruarar mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penyediaan rumah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan perumahan sekaligus memberikan penghargaan kepada masyarakat yang telah berjasa bagi bangsa," kata Ara.
Menurut Maruarar, ekosistem perumahan dapat melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha hingga elemen masyarakat.
"Kolaborasi seperti Rumah Cahaya menunjukkan bahwa pembangunan perumahan dapat dilakukan bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, perbankan, yayasan, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat," ujarnya.
Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, penyediaan hunian layak masih menjadi pekerjaan besar.
Menurutnya, masih ada jutaan masyarakat yang belum memiliki rumah serta masyarakat yang menempati rumah tidak layak huni. Karena itu, perhatian dalam sektor perumahan juga perlu diberikan kepada kelompok yang telah memberikan pengabdian kepada negara.
"Kita masih punya tugas yang banyak untuk mencari dan membantu pahlawan-pahlawan yang telah berjasa bagi negara," kata Hashim.
Hasim mengatakan sasaran bantuan tidak semestinya hanya terbatas pada veteran dan mantan atlet.
"Bukan hanya veteran dan atlet, tetapi juga mereka yang gugur dalam menjalankan tugas, seperti petugas pemadam kebakaran dan petugas karhutla, termasuk keluarganya," ujarnya."Kita harus terus hadir untuk mereka," lanjut Hashim.
Dengan tambahan 42 unit dan target pengembangan hingga 300 unit, Rumah Cahaya selanjutnya akan menjadi salah satu bentuk kolaborasi penyediaan hunian yang menyasar kelompok penerima dengan latar belakang pengabdian kepada negara.