Kementerian ESDM Ungkap Alasan Indonesia Terapkan Biodiesel B50

calendar_today 02.09.2026 - person  - timer ~

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 2 September 2026, 16:25 WIB

Kementerian ESDM Ungkap Alasan Indonesia Terapkan Biodiesel B50

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Penerapan mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan, penerapan B50 menunjukkan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan bahan bakar dari sumber energi domestik.

"Pak Presiden meluncurkan di Juli B50, ini salah satu upaya kita untuk menunjukkan bahwa kemandirian energi itu bisa disuplai dari kita sendiri,” kata Eniya dalam The 12th Indonesia EBTKE ConEx 2026 di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Baca Juga: Kementerian ESDM: Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran Dilakukan Bertahap dan Berbasis Kajian

Eniya menyampaikan, Indonesia saat ini telah mampu memenuhi kebutuhan solar jenis CN48 tanpa harus mengandalkan impor. Kondisi tersebut diperkuat dengan penerapan B50 yang menggunakan campuran FAME sebesar 50%.

Eniya menyebut penerapan B50 juga menjadi capaian yang belum dilakukan negara lain dalam tingkat pencampuran biodiesel. Indonesia, kata dia, bahkan berpotensi menjadi rujukan bagi negara-negara lain dalam pengembangan biodiesel.

“Nah ini kita buktikan dengan adanya kombinasi 50 persen FAME yang sudah diresmikan oleh Bapak Presiden, ini rekor dunia. Jadi tidak ada dunia yang mencapai 50 persen dari campuran ini,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, Malaysia baru mengumumkan peningkatan mandatori biodiesel menjadi B20, setelah sebelumnya menerapkan B15.

“Di Eropa itu 7 persen, 7 persen FAME yang dipakai. Dan kita lihat di beberapa negara lain 10 persen rata-rata. Nah ini menunjukkan bahwa kita menjadi pioner dan sekarang menjadi rujukan,” tambah Eniya.

Baca Juga: ESDM Siapkan Aturan LPG 3 Kg Berdasarkan Desil Kesejahteraan

Lebih lanjut, Eniya menuturkan pemerintah juga terus menguji performa B50 sebelum dan selama implementasinya.

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan penggunaan campuran biodiesel 50% dapat berjalan dengan baik pada kendaraan dan sistem distribusi bahan bakar.

“Jadi kemarin selama 6 bulan teman-teman di bioenergi membuktikan protes bersama. Jadi kita buka datanya ke masyarakat untuk bisa tahu bagaimana performanya. Nah sama-sama ayo kita jaga untuk kemandirian di bidang bahan bakar minyak ini,” pungkasnya.