Kementan salurkan 249.917 dosis obat ternak terdampak bencana Sumatera

calendar_today 22.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan 249.917 dosis obat hewan untuk ternak terdampak bencana di wilayah Pulau Sumatera guna mendukung pemulihan usaha peternakan masyarakat di daerah tersebut.

Ratusan ribu dosis obat tersebut disalurkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan untuk tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan peternakan di wilayah terdampak.

"Bantuan tersebut mencapai 249.917 dosis dan dialokasikan untuk 27 kabupaten/kota. Rinciannya, 128.552 dosis untuk Aceh, 77.024 dosis untuk Sumatera Utara, dan 44.341 dosis untuk Sumatera Barat," kata Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Hendra Wibawa dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada ternak yang menjadi sumber penghidupan keluarga peternak. Karena itu, kesehatan ternak perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan pascabencana.

Hendra mengatakan kesehatan ternak merupakan bagian penting dari upaya memulihkan usaha peternakan setelah bencana.

“Bagi peternak, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sumber penghidupan keluarga. Karena itu, kesehatan ternak perlu diperhatikan dalam proses pemulihan pascabencana," ujarnya.

Bantuan itu diharapkan dapat membantu peternak merawat ternaknya sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan.

Bantuan tersebut mencakup vitamin, obat cacing, disinfektan untuk membantu menjaga kebersihan kandang, obat penurun demam, serta premiks atau campuran tambahan pakan.

Penyalurannya dilakukan melalui dinas yang menangani peternakan di daerah untuk diteruskan kepada kelompok peternak penerima manfaat.

Lebih lanjut dia mengatakan pemulihan peternakan pascabencana membutuhkan gotong royong. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petugas kesehatan hewan perlu bekerja bersama agar bantuan dapat sampai kepada peternak yang membutuhkan dan digunakan sesuai petunjuk.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada 15 Oktober 2026 di Desa Lueng Manyo, Kecamatan Manyak Payed.

"Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyerahkan bantuan kepada Ketua Kelompok Tani Muda Sedang, Julfa. Selanjutnya, dinas setempat akan meneruskan bantuan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat," jelas Hendra.

Pada hari yang sama, bantuan untuk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat di Kecamatan Stabat. Berdasarkan laporan pendampingan, penyaluran kepada kelompok-kelompok penerima manfaat mulai dilakukan pada 19 Oktober 2026.

Sementara itu, penyerahan bantuan untuk Sumatera Barat berlangsung di Kabupaten Pasaman Barat pada 15 Oktober dan Kabupaten Agam pada 16 Oktober 2026.

"Distribusi di kedua kabupaten tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan penyuluh. Bantuan di Sumatera Barat juga disertai leaflet panduan penggunaan obat untuk membantu penerima memahami pemanfaatannya," bebernya.

Baca juga: Kabupaten Temanggung percepat vaksinasi PMK hewan ternak

Baca juga: Kementan perkuat biosekuriti lindungi ternak babi di Toraja Utara

Baca juga: Pemerintah perkuat pemantauan stok dan distribusi jagung pakan ternak

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.