Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial memobilisasi bantuan logistik bernilai miliaran rupiah secepatnya dan berikut kesiapan dana santunan bagi korban meninggal dunia serta luka-luka akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa mobilisasi logistik dilakukan melalui Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, serta Gudang Pusat Kemensos di Bekasi guna memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.
"Kami terus menyiapkan dan menggerakkan logistik untuk penanganan bencana di NTT. Di NTT ada dua gudang yang menjadi titik mobilisasi, yaitu Sentra Efata Kupang dan Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT," kata dia.
Dia menjelaskan bahwa proses distribusi bantuan logistik dari Kupang menuju kawasan terdampak sempat mengalami kendala akibat gelombang laut yang masih tinggi.
Menyiasati hal itu, Kemensos mengambil langkah diskresi dengan melakukan skema belanja langsung di wilayah bencana agar bantuan pangan dan perlengkapan pengungsian dapat segera diakses masyarakat.
Adapun total nilai bantuan logistik yang dikerahkan Kemensos untuk penanganan tanggap darurat di NTT saat ini mencapai sekitar Rp4,52 miliar.
Bantuan tersebut mencakup makanan siap saji, tenda keluarga, kasur, selimut, perlengkapan anak dan dewasa, hingga tambahan pasokan beras reguler sebanyak 48 ton.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar di pengungsian, Kemensos juga mengalokasikan anggaran khusus sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana tersebut.
"Untuk santunan korban jiwa, Kemensos akan memberikan tali asih kepada ahli waris sebesar Rp15 juta untuk setiap korban meninggal dunia. Kami meminta pemerintah daerah dan Dinas Sosial segera mendata dan melaporkannya kepada Kemensos supaya santunan bisa segera diberikan," ungkap nya menambahkan.
Sebagaimana laporan yang diterima dari Basarnas dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu pukul 09.00 WITA, bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT menyebabkan 51 orang meninggal dunia, 110 orang luka-luka, dan memaksa lebih dari 5.000 jiwa mengungsi di berbagai titik penampungan darurat.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, Agus Jabo memastikan Kemensos juga menurunkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tim Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) untuk mendirikan dapur umum lapangan, mendampingi proses evakuasi, serta mengawal penetapan status tanggap darurat bencana di wilayah terdampak.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemensos mobilisasi bantuan dan siapkan santunan korban jiwa di NTT
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.