Kamis, 23 Juli 2026 13:25 WIB
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy dalam acara Indonesia Development Talks yang digelar di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy menyampaikan kebijakan hilirisasi Indonesia merupakan bagian dari strategi untuk mengubah struktur industri menjadi bernilai tambah yang lebih tinggi.
“Kebijakan hilirisasi Indonesia merupakan bagian dari strategi untuk mengubah struktur industri nasional dari yang bergantung pada ekspor bahan mentah menjadi industri yang menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” ujar Tri dalam acara Indonesia Development Talks yang digelar di Jakarta, Kamis.
Tri pun menyambut baik Industrial Development Report (IDR) yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu praktik terbaik (best practice) dalam pengembangan industri berbasis hilirisasi, khususnya pada sektor pengolahan mineral kritis dan industri kendaraan listrik.
Industrial Development Report (IDR) merupakan publikasi United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) yang menyajikan analisis mengenai tren industrialisasi global sekaligus memberikan rekomendasi kebijakan kepada negara-negara anggota dalam menghadapi perubahan lanskap industri dunia.
Pengakuan dari UNIDO, menurut Tri, mencerminkan inisiatif Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi melalui peningkatan nilai tambah sumber daya alam, pengembangan industri manufaktur, serta pembangunan ekosistem kendaraan listrik nasional.
“Tantangan berikutnya adalah memperkuat kapabilitas industri nasional agar mampu memainkan peran yang lebih besar dalam rantai nilai global (global value chain),” kata Tri.
Oleh karena itu, ia menyampaikan bahwa saat ini, Indonesia memerlukan penguatan kapasitas domestik secara berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, pengembangan inovasi, peningkatan kapabilitas manufaktur, serta penguatan industri pendukung.
“Upaya ini bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi lokasi produksi, tetapi mampu bertransformasi menjadi negara yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi,” ujar dia.
Terkait kebutuhan Indonesia, Asian Development Bank (ADB) menyatakan siap untuk terus bekerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan industri guna menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan bernilai tambah tinggi.
“ADB akan terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk membantu mewujudkan potensi tersebut menjadi lapangan kerja yang inklusif dan bernilai tambah tinggi bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Bobur Alimov.
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026