Kota Jambi (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengajak masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Jambi untuk aktif berpartisipasi dalam program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), salah satunya dengan memanfaatkan fasilitas bibit pohon gratis.
"Kementerian Kehutanan tidak bisa melakukan itu sendiri, perlu partisipasi dari masyarakat, pemerintah daerah, dan swasta untuk sama-sama menghijaukan Indonesia," kata Direktur Penghijauan dan Perbenihan Tanaman Hutan Kemenhut Bagus Novianto melalui keterangan di Jambi, Jumat.
Bagus menjelaskan, penanganan lahan kritis yang mencapai sekitar 12,3 juta hektar di seluruh Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Upaya pemulihan lingkungan secara masif ini juga sejalan dengan gerakan aman, sehat, resik, dan indah (ASRI) yang menjadi salah satu program prioritas nasional oleh Presiden.
Untuk mendukung penanaman berskala luas, Kemenhut mengoptimalkan pusat persemaian di berbagai daerah.
Di Jambi, penyediaan bibit gratis dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Batanghari dengan target penanaman mencapai sekitar 300 ribu batang bibit.
Jenis tanaman yang disiapkan mencakup bibit kehutanan serta Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman buah-buahan yang memiliki nilai ekonomi bagi warga.
Kemenhut juga telah menyesuaikan varietas bibit dengan karakteristik tanah gambut khas Jambi guna meminimalkan risiko gagal tumbuh. Untuk mempermudah akses, masyarakat dapat mengajukan permohonan bibit secara daring.
Selain menyasar pemukiman dan lahan warga, Kemenhut berkomitmen memulihkan fungsi ekologis kawasan Taman Nasional yang terdampak kebakaran hutan dan lahan melalui penanaman kembali.
Dirinya turut mengimbau sektor swasta agar mengambil peran aktif memenuhi kebutuhan bibit dan memulihkan lahan kritis melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Masyarakat bisa mengambil bibit secara gratis. Kami sudah menyediakan aplikasi berbasis web untuk memudahkan masyarakat. Tinggal mengisi formulir daring, nanti datang tinggal ambil bibitnya," tutupnya.
Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.