Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sekitar Rp7 triliun pada periode 2025-2026 sebagai upaya untuk memastikan anak-anak mendapat akses pendidikan.
“Kementerian Agama itu menyalurkan Rp7 triliun rupiah untuk PIP dan KIP kuliah. Jadi beasiswa untuk anak-anak, pelajar, santri, dan mahasiswa,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat konferensi pers dua tahun capaian Kemenag di Jakarta, Senin.
Menag menjelaskan pihaknya terus memperluas akses pendidikan melalui berbagai lembaga pendidikan yang berada di bawah naungannya, termasuk madrasah, pesantren, perguruan tinggi keagamaan, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya.
Menurut Menag, dukungan pembiayaan pendidikan melalui PIP dan KIP Kuliah berperan penting dalam membantu siswa, santri, dan mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan agar dapat melanjutkan pendidikan.
Menag mengatakan anggaran Rp7 triliun tersebut ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik dan mahasiswa di lingkungan pendidikan keagamaan.
Selain bantuan pendidikan, Kemenag juga mengalokasikan anggaran untuk tunjangan profesi guru dan dosen. Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap perbaikan sarana pendidikan, peningkatan pembelajaran digital, pembinaan prestasi, serta perluasan layanan bagi penyandang disabilitas.
Menag mengatakan dukungan pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.
Ia mencontohkan sejumlah madrasah yang mampu mencatatkan prestasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa diantaranya adalah MAN 2 Malang, MAN 2 Makassar, MAN Insan Cendekia Gorontalo, dan MAN Insan Cendekia Serpong.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan lembaga pendidikan di bawah Kemenag berpeluang besar untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka di dunia.
Di sisi lain Kemenag terus memperluas akses pendidikan yang inklusif. Saat ini, menurut Menag, terdapat sekitar 2.000 madrasah yang telah memiliki layanan pendidikan, termasuk 1.547 unit layanan disabilitas.
Menag menegaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) harus disertai dengan pemerataan kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan peserta didik penyandang disabilitas.
Sementara itu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Kamaruddin Amin merinci dalam dua tahun terakhir Kemenag telah menyalurkan beasiswa PIP mencapai Rp4 triliun dan KIP Kuliah sekitar Rp3 triliun.
“Jadi selama pemerintahan Bapak Presiden Prabowo-Gibran itu sudah menyalurkan PIP dan KIP Kuliah. Kemudian juga untuk meningkatkan kualitas SDM, ada 3.659 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa,” katanya.
Tak hanya itu sebanyak 857 madrasah menerima manfaat program revitalisasi sarana dan prasarana melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Pewarta: Asep Firmansyah
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.