Satgas internal terus turun keliling ke 30 pondok pesantren dan madrasah-madrasah. Jadi kalau satgas turun ke madrasah, pasti ketemu anak-anak untuk sosialisasi dan edukasi.
Mataram (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menempatkan satuan tugas (satgas) anti-kekerasan ke pondok pesantren (ponpes) yang ada di kota itu guna mencegah aksi kekerasan seksual di kalangan ponpes.
Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram Hamdun di Mataram, Selasa, mengatakan saat ini terdapat 30 ponpes yang beroperasi di wilayah itu, dimana dua ponpes diantaranya tidak menyediakan fasilitas asrama atau menerapkan sistem santri non-mukim.
Hal tersebut disampaikan menyikapi maraknya kasus kekerasan seksual dan pelecehan di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan di sejumlah daerah, sehingga mendapat perhatian serius dari Kemenag Kota Mataram.
Guna memastikan hal serupa tidak terjadi di Kota Mataram, pihaknya memperketat pengawasan di puluhan ponpes dengan menyebar satgas anti-kekerasan melalui Seksi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan (Pakis) dan membuka layanan pengaduan.
Menurutnya, satgas internal itu bertugas secara aktif menyisir ponpes dan madrasah untuk melakukan sosialisasi, pendampingan, hingga upaya pencegahan.
Selain itu pihaknya menyediakan fasilitas pengaduan bagi santri yang menjadi korban namun takut untuk bersuara di lingkungan pondok. Pihaknya juga membuka akses aduan langsung di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kemenag Kota Mataram.
"Kalau santri ada masalah dan takut di pondok, silakan datang ke kantor untuk pengaduan di PTSP dan satgas kami akan langsung turun. Tapi Alhamdulillah sampai hari ini belum ada pengaduan yang masuk," katanya.
Pada prinsipnya, kata dia, pembinaan dan pengawasan terhadap ponpes akan terus digencarkan agar pengelolaan pondok pesantren makin terbuka dan tidak terkesan menutup-nutupi jika ada potensi masalah.
Di sisi lain untuk menunjukkan komitmen bersama dalam pencegahan tindak kekerasan seksual di ponpes, pihaknya merencanakan adanya Satgas Lintas Lembaga sebagai penguatan lintas sektoral.
Untuk mewujudkan itu Kemenag Kota Mataram tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk menggelar silaturahmi bersama para pengasuh ponpes dan momen tersebut nantinya akan diisi arahan langsung dari pimpinan daerah, sekaligus sebagai bentuk pembinaan dan pengarahan langsung para santri.
Selain itu pihaknya berencana membentuk Satgas Anti-Kekerasan tingkat Kota Mataram yang melibatkan instansi lintas lembaga, seperti Kepolisian, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), hingga Dinas Kesehatan.
"Kami masih menunggu turunan satgas dari tingkat provinsi. Kalau SK dari Gubernur sudah turun, secara otomatis kami di tingkat Kota Mataram akan langsung membentuk Satgas antar-instansi ini," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026