Kemenag Belu dorong kemandirian ekonomi umat lewat olahan kelapa

calendar_today 09.09.2026 - person  - timer ~

Kemenag Belu dorong kemandirian ekonomi umat lewat olahan kelapa

Rabu, 9 September 2026 12:22 WIB

Image Print

Peserta mengikuti praktik pembuatan aneka produk olahan rumah tangga dalam pelatihan pemberdayaan ekonomi umat yang digelar Kemenag Kabupaten Belu di Atambua, NTT, Senin (7/9/2026). (ANTARA/HO-Kemenag NTT)

Kupang, NTT (ANTARA) - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur menggelar pelatihan pemberdayaan ekonomi guna mendorong umat mengembangkan usaha produktif berbasis potensi lokal melalui keterampilan pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO) dan aneka sabun.

“Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu bersama Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT) Soe mendorong kemandirian ekonomi umat melalui pelatihan pengolahan produk rumah tangga,” kata Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kabupaten Belu Ayub Timu Nahum dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Selasa.

Ayub Timu Nahum yang lebih dikenal sebagai seorang praktisi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penasihat/instruktur pelatihan ekonomi kreatif itu sering memberikan pelatihan keterampilan ekonomi kemandirian (seperti pembuatan minyak VCO, budidaya pakan ternak, dan wirausaha) di berbagai wilayah NTT.

Kini ia menjadi narasumber dalam pelatihan yang berlangsung di Pondok Mercy di Atambua Ibu Kota Kabupaten Belu itu guna membekali pemimpin gereja dan jemaat dengan keterampilan mengolah kelapa menjadi VCO serta membuat sabun garam, kopi, dan kelor.

Ia mengatakan pelatihan tersebut diikuti perwakilan pemimpin gereja dan jemaat dari 12 gereja Kristen di wilayah Atambua, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama, lembaga pelatihan, dan komunitas gereja. Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas dampak pemberdayaan dengan mendorong peserta menularkan keterampilan yang diperoleh kepada jemaat lainnya.

Selain memperoleh materi, peserta mengikuti praktik langsung sehingga memiliki pengalaman membuat produk yang berpotensi dikembangkan sebagai usaha produktif di lingkungan keluarga maupun kelompok jemaat.

“Pendekatan praktik dipilih agar keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Ia memandang keterampilan tersebut sebagai salah satu modal pemberdayaan umat. Pemanfaatan potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus memberikan nilai tambah bagi ekonomi keluarga dan jemaat.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Penyuluh Agama Kristen dalam mendukung program Asta Protas Kementerian Agama, khususnya pemberdayaan ekonomi umat. Peran penyuluh tidak hanya diarahkan pada pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga pada pendampingan masyarakat agar mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan kemandirian.

“Ke depan, produk VCO dan aneka sabun hasil pelatihan diharapkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk usaha berbasis keluarga maupun kelompok. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan keagamaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan umat,” ujar Ayub.

Melalui pelatihan tersebut, Kemenag Kabupaten Belu menunjukkan bahwa pembinaan umat dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat. Umat tidak hanya didorong untuk bertumbuh dalam kehidupan spiritual, tetapi juga memiliki keterampilan dan kemandirian yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan komunitas.

Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.