Kelapa Sawit Jadi Kunci Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Bernilai Tambah

calendar_today 18.07.2026 - person  - timer ~

AKURAT.CO Industri kelapa sawit dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, mulai dari menjamin ketersediaan pasokan, menjaga keterjangkauan harga, hingga mendukung keberlanjutan lingkungan.

Kepala Pusat South East Asia Food and Agriculture Science & Technology (SEAFAST) Center IPB University, Puspo Edi Giriwono, mengatakan, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia memiliki kapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati, baik di dalam negeri maupun pasar global.

Menurutnya, produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia mencapai sekitar 53 juta ton per tahun, sehingga mampu memenuhi seluruh kebutuhan minyak nabati nasional sekaligus menjadi pemasok utama dunia.

"Minyak sawit kita mampu memenuhi kebutuhan Indonesia secara 100 persen, bahkan surplus dan bisa memenuhi kebutuhan minyak nabati global," kata Puspo di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Puspo meyakini peran strategis kelapa sawit akan semakin penting seiring meningkatnya jumlah penduduk dunia. Ia memperkirakan populasi global mencapai 10–11 miliar jiwa pada 2050 dengan kebutuhan minyak nabati sekitar 250 juta ton per tahun.

Di tengah keterbatasan lahan, menurutnya, peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut tanpa mendorong perluasan deforestasi.

"Apa komoditas yang bisa sangat produktif dengan kondisi lahan semakin berkurang? Produktivitas kelapa sawit akan menjawab dan menyuplai kebutuhan populasi dunia yang mencapai 10–11 miliar tadi," ujarnya.

Selain produktivitas, Puspo menilai hilirisasi industri sawit di sektor pangan perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen produk bernilai tambah tinggi.

Saat ini minyak sawit telah dimanfaatkan dalam berbagai produk pangan, seperti minyak goreng, margarin, cokelat, hingga aneka makanan olahan. Menurutnya, peluang pengembangan produk turunan masih sangat besar.

Baca Juga: Spanyol vs Argentina: Aymeric Laporte Semprot Gaya Main Argentina yang Suka 'Hajar' Kaki Lawan