Mataram (ANTARA) - Kekayaan tekstil tradisional Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menembus literasi internasional melalui buku bertajuk Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles yang diluncurkan di Australia pada 12 September 2026.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam di Mataram, Senin, menilai penerbitan buku tersebut memiliki arti penting dalam memperkuat literasi mengenai kain tradisional Lombok di kancah internasional.
"Buku tersebut dapat menjadi referensi penting tentang kain Lombok dalam literasi internasional selama dua hingga tiga dekade mendatang. Jadi pada ujungnya adalah memperkenalkan kain NTB ke dunia," ujar dia.
Ia mengatakan pendokumentasian tekstil tradisional dalam publikasi internasional dapat memperluas pengetahuan masyarakat dunia mengenai kekayaan budaya Indonesia, terutama warisan tekstil Lombok dan Bali.
Buku karya kolektor asal Australia Michael Abbott tersebut resmi diluncurkan di Art Gallery of South Australia (AGSA), Adelaide, Australia Selatan, Sabtu (12/9), sebagai bagian dari kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Australia.
Buku setebal sekitar 500 halaman itu mendokumentasikan kekayaan tekstil tradisional Bali dan Lombok sekaligus merekam hubungan budaya, sejarah, persahabatan, dan pertukaran pengetahuan yang telah berlangsung di antara kedua pulau tersebut.
Buku tersebut memuat kajian mendalam tentang corak, warna, benang, serta bahan-bahan yang digunakan masyarakat Lombok dalam menenun wastra seperti songket dan limpot umbaq.
Kerja sama penerbitan dan dokumentasi tekstil itu melibatkan AGSA dan Museum Negeri NTB sebagai bagian dari kolaborasi antara museum Indonesia dan Australia.
Menteri Perdagangan dan Pariwisata Australia Don Farrell mengungkapkan literasi kain Lombok dan Bali memiliki arti penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Australia melalui kebudayaan.
Menurut dia, kebudayaan dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat kedua negara dan membuka ruang yang lebih luas untuk saling memahami.
Dia menyampaikan kain tradisional memiliki kekuatan untuk menceritakan perjalanan suatu peradaban, sehingga pendokumentasian melalui buku dapat membuat masyarakat seluruh dunia mengenal warisan wastra asal Lombok dan Bali.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB Sinta Agathia memandang buku Two Islands, One Thread: Lombok and Bali Textiles tidak sekadar mendokumentasikan kain tradisional, tetapi juga merekam hubungan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Baca juga: NTB petakan warisan budaya yang tersimpan di Australia
Ia menegaskan buku tersebut tidak bertujuan membandingkan tekstil Lombok dan Bali, melainkan mengisahkan cerita tentang hubungan budaya, persahabatan, serta pertukaran pengetahuan yang telah terjalin antara dua pulau yang bertetangga.
"Buku itu mendokumentasikan keterkaitan tersebut dengan indah. Kita juga dapat melihat hubungan yang erat antara Lombok dan Bali," kata dia.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026