Hervin Saputra
| 23 Agustus 2026, 21:45 WIB

Pebulutangkis ganda campuran asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, saat merayakan kemenangan atas wakil China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, di final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Minggu (23/8/2026). BWF
AKURAT.CO, Prancis kini tak bisa lagi dipandang sebagai negara kasta kedua atau ketiga di bulutangkis elite dunia. Hal tersebut dibuktikan dengan capaian mereka di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Dari lima partai final Kejuaraan Dunia Bulutangkis yang digelar di Stadion Indira Gandhi, New Delhi, India, Minggu (23/8/2026), Prancis sukses merebut dua gelar. Yakni di ganda campuran dan tunggal putra.
Yang paling mengesankan tentu saja sektor ganda campuran di mana Thom Gicquel/Delphie Delrue sukses mengalahkan unggulan pertama dari China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Thom Gicquel/Delphine Delrue datang ke arena final Kejuaraan Dunia Bulutangkis tahun ini dengan kekalahan di empat pertemuan sebelumnya versus Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Tak pelak, kemenangan tiga set dengan skor 22-20, 19-21, dan 21-15 pada laga puncak yang berdurasi satu jam 18 menit itu juga mematahkan kutukan duet Prancis tersebut tak pernah menang dari Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Thom Gicquel/Delphine Delrue juga mencetak sejarah sebagai atlet pertama Prancis yang sukses menjadi juara dunia sejak turnamen tahunan paling prestisius itu digelar kali pertama di Malmo, Swedia, pada 1977.
Sejarah serupa juga ditorehkan Alex Lanier di sektor tunggal putra. Atlet Prancis berusia 21 tahun unggulan kesembilan itu menang 21-11 dan 21-11 atas unggulan kesepuluh asal Jepang, Kodai Naraoka.
Alex Lanier membungkus gelar juara dunia pertamanya hanya dalam waktu 50 menit untuk mengalahkan Kodai Naraoka.
Sejatinya, kemenangan Lanier dan Gicquel/Delrue juga bukan sesuatu yang mengherankan. Ini bisa dilacak dari tren positif pebulutangkis Prancis yang menjadi runner-up Piala Thomas 2026 di mana mereka menyingkirkan Indonesia di penyisihan.
https://www.akurat.co/badminton/884137/kejuaraan-dunia-alwi-farhan-dan-fajar-fikri-kandas-indonesia-hanya-mampu-kirimkan-1-wakil-di-semifinal
Setelah Prancis, Korea Selatan merebut dua gelar di nomor tunggal putri dan ganda putri. Dua trofi itu diraih atas nama An Se Young dan Baek Ha Na/Lee So Hee.
Baek Ha Na/Lee So Hee yang merupakan unggulan ketiga meruntuhkan ambisi unggulan pertama asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, yang berusaha merebut gelar tahun ini yang bisa menjadikan mereka juara back-to-back.
Kemenangan duet Negeri Ginseng kali ini cukup dominan. Baek Ha Na/Lee So Hee mengalahkan sang juara bertahan dengan skor 21-15 dan 21-15 melalui duel berdurasi 51 menit.
Adapun An Se Young yang menyandang status unggulan pertama mengalahkan unggulan kedua yang juga juara bertahan asal Jepang, Akane Yamaguchi.
An Se Young menang dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-14 dalam duel berdurasi 49 menit.
Bagi An Se Young ini adalah gelar juara dunia kedua setelah yang pertama pada 2023. Sekaligus mematahkan upaya Akane Yamaguchi yang mengejar gelar keempat setelah edisi 2021, 2022, dan 2025.
Satu gelar tersisa direbut oleh wakil China, Liang Wei Keng/Wang Chang, di sektor ganda putra. Liang/Wang menundukkan duet asal Malaysia juara dunia edisi 2022, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Liang/Wang yang merupakan unggulan ketiga menang dua set langsung dengan skor 21-17 dan 21-16 atas Aaron/Soh dengan durasi pertandingan 35 menit. Gelar di New Delhi adalah gelar pertama Liang/Wang di Kejuaraan Dunia Bulutangkis.
Adapun Indonesia harus pulang dengan tangan hampa tanpa satu wakilpun di final. Wakil terjauh adalah duet ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah yang hanya sampai semifinal setelah dihentikan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Ganda Campuran
Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping vs Thom Gicquel/Delphine Delrue (20-22, 21-19, dan 15-21)
Ganda Putri
Liu Sheng Shu/Tan Ning vs Baek Ha Na/Lee So Hee (15-21, 15-21)
Tunggal Putra
Kodai Naraoka vs Alex Lanier (11-21, 11-21)
Ganda Putra
Aaron Chia/Soh Wooi Yik vs Liang Wei Keng/Wang Chang (17-21, 16-21)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
H
H




