Bagikan:
JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat pendanaan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengembangan ekonomi masyarakat di Nusantara.
Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan saat Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Komisaris Utama PNM Dradjad Hari Wibowo beserta jajaran di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Senin, 3 Agustus.
Basuki menyebut, Otorita IKN membutuhkan dukungan PNM dalam pendanaan investasi, termasuk untuk pemberdayaan UMKM di IKN.
"Selamat datang di Kantor Otorita IKN. Kami akan menyampaikan terkait pendanaan investasi, termasuk pemberdayaan UMKM di IKN. Sekali lagi terima kasih, kami sangat membutuhkan intervensi PNM ini," ujar Basuki dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 4 Agustus.
Kerja sama tersebut diarahkan agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat menjadi calon warga ibu kota yang ikut terlibat dalam aktivitas ekonomi di IKN.
Dradjad mengatakan, PNM memiliki peran dalam pembiayaan dan pendampingan usaha mikro dan ultra mikro melalui sejumlah program, termasuk ULaMM dan Mekaar.
Menurut dia, peluang kerja sama dengan Otorita IKN terbuka luas, terutama untuk mendukung target pengurangan kemiskinan dan penguatan ekonomi keluarga di wilayah sekitar IKN.
"Memang ketika komunikasi dengan Pak Bas itu kami menyampaikan, kami akan sinau tentang IKN. Luar biasa kami lihat dari pembangunan IKN ini. Satu hal menarik, ada target untuk bebas kemiskinan 2035, tentu ini ada banyak yang bisa kami lakukan dari PNM, termasuk melalui upaya kerja sama, misalnya dengan melibatkan Himbara," kata Dradjad.
Saat ini, terdapat 4.767 UMKM di wilayah delineasi IKN yang tersebar di tujuh kecamatan. Tujuh kecamatan tersebut, yakni Sepaku, Muara Jawa, Loa Janan, Loa Kulu, Samboja, Samboja Barat dan Sanga-Sanga.
Data tersebut menjadi salah satu dasar penting untuk memetakan kebutuhan pendampingan, akses pembiayaan dan penguatan kapasitas usaha masyarakat di wilayah IKN.
Dia menjelaskan, PNM memiliki ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar yang berfokus pada pembiayaan serta pemberdayaan untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya perempuan pelaku usaha ultra mikro.
Adapun program Mekaar dimulai sejak Desember 2015 dan telah menjangkau jutaan nasabah melalui model pembiayaan dan pendampingan berbasis kelompok tanpa agunan.
"PNM memiliki ULaMM untuk pembiayaan mikro dan Mekaar untuk membina ekonomi keluarga sejahtera, khususnya ibu-ibu, sejak Desember 2015. Saat ini, tercatat 23 juta nasabah telah mendapat pembinaan melalui Mekaar," terang Dradjad.
Menurut Dradjad, pendekatan pendampingan menjadi salah satu hal yang membedakan PNM dengan perbankan. Pendanaan yang diperoleh, termasuk dari perbankan, disalurkan kembali kepada pelaku usaha.
Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Otorita IKN berharap, dukungan pembiayaan mikro, pendampingan usaha dan kolaborasi bersama dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat di Nusantara.
UMKM di wilayah IKN juga diharapkan semakin siap masuk dalam rantai pasok lokal dan aktivitas ekonomi ibu kota.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+