Kamis, 3 September 2026 18:54 WIB
Rektor UMS bersama para mahasiswa asing saat grand opening Masta PMB UMS 2026. ANTARA/HO-UMS
Solo (ANTARA) - Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut menjadi momentum penyambutan mahasiswa internasional yang akan menempuh pendidikan di berbagai jenjang.
Pada tahun akademik 2026, dari 8.195 mahasiswa baru, UMS menerima sebanyak 59 mahasiswa asing dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.
Wakil Rektor V UMS Prof. Supriyono, Ph.D., menyampaikan mahasiswa saat ini berada di tengah era globalisasi yang membuat batas antarnegara semakin samar. Kondisi tersebut menuntut mahasiswa untuk memiliki pola pikir sebagai global citizen atau warga dunia.
“UMS mengundang banyak mahasiswa asing masuk ke UMS dalam rangka apa? Dalam rangka memberi wawasan global, Anda bisa bergaul dengan masyarakat internasional. Kuncinya apa? Kita bisa saling menghormati, kita melihat perbedaan, tetapi kita harus bisa menghormati perbedaan itu,” ungkap Supriyono, Kamis.
Menurutnya, keberadaan mahasiswa internasional di lingkungan kampus dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan pengalaman melalui interaksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan negara.
Kehadiran mahasiswa internasional juga menjadi bagian dari pengalaman baru bagi mahasiswa UMS. Interaksi lintas budaya diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terbiasa memahami perbedaan sekaligus membangun sikap terbuka dalam lingkungan akademik yang semakin global.
Salah satu mahasiswa internasional dari Magister Akuntansi yang bergabung dengan UMS, Diane Esrael Seba, berasal dari Mozambik. Ia datang dengan mengenakan pakaian khas Mozambik, kapulana.
Diane mengaku memilih UMS karena menilai kampus tersebut sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia dan memiliki lingkungan yang terbuka bagi mahasiswa internasional.
“Satu alasan yang membuat saya mendaftar ke UMS adalah karena kampus ini merupakan salah satu universitas terbaik di Indonesia. Ini adalah universitas swasta terbaik di Indonesia, dan sangat ramah bagi mahasiswa internasional,” ujar Diane.
Ia mengetahui UMS setelah mendapatkan informasi dari temannya yang mendapatkan beasiswa International Priority Scholarship (IPS) dari UMS. Ia kemudian mendaftar dan bersyukur berhasil mendapatkan beasiswa tersebut untuk melanjutkan pendidikan di UMS.
“Dan puji syukur saya mendapatkannya,” tambahnya.
Selain alasan akademik, keramahan masyarakat menjadi salah satu kesan pertama yang dirasakan Diane ketika berada di Surakarta. Ia merasa diterima dengan baik meskipun harus tinggal jauh dari negara asalnya.
“Kesan pertama saya tentang UMS dan Solo adalah karena orang-orang di sini ramah, mereka menyambut mahasiswa internasional dengan sangat baik, dan saya merasa seperti di rumah sendiri meskipun saya berada jauh dari kampung halaman,” ungkap Diane.
Hal serupa disampaikan Osman Turay dari program sarjana Manajemen menjadi mahasiswa internasional terjauh. Ia sendiri berasal dari Sierra Leone, Afrika Barat. Osman juga merupakan salah satu penerima beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).
Osman menilai UMS memiliki lingkungan pendidikan yang baik serta didukung dosen yang kompeten di bidangnya.
“UMS memiliki salah satu lingkungan pendidikan terbaik dan juga para dosen terbaik untuk mengajar mahasiswa yang sangat ahli di jurusan mereka dan segalanya. UMS juga merupakan salah satu universitas terbaik di Surakarta, dan saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua,” tutur Osman.
Osman mengetahui UMS dari pamannya yang sebelumnya pernah menempuh pendidikan di UMS sebagai penerima beasiswa KNB. Pengalaman sang paman kemudian menjadi salah satu alasan yang membuatnya mengenal dan memilih UMS sebagai tempat melanjutkan pendidikan.
“Jadi, begitulah cara saya mengetahui tentang UMS,” jelasnya.
Saat pertama kali tiba di Indonesia, Osman juga merasakan keramahan masyarakat. Menurutnya, pengalaman tersebut sesuai dengan informasi yang sebelumnya ia dengar mengenai masyarakat Indonesia yang terbuka dan ramah terhadap pendatang.
“Orang Indonesia sangat menyambut hangat, terutama di Surakarta. Ini adalah salah satu kota terbaik, dan universitas saya, UMS adalah yang terbaik. Terima kasih,” ungkapnya dengan gembira.
Kehadiran 59 mahasiswa internasional dalam Masta PMB 2026 menjadi bagian dari upaya UMS dalam membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka dan berwawasan global. Interaksi antara mahasiswa dari berbagai negara diharapkan dapat memperkaya pengalaman akademik sekaligus membentuk mahasiswa yang mampu beradaptasi dan berkontribusi di tengah masyarakat global.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.