CNN Indonesia
Rabu, 26 Agu 2026 23:30 WIB
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --
Kebiasaan bermain handphone (hp) sering dianggap sebagai aktivitas sepele, terlebih ketika sedang bosan atau saat waktu luang.
Namun ternyata, ada dampak buruk yang bisa memengaruhi tubuhmu ketika kamu terbiasa berjam-jam menatap layar ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja perubahan fisik yang terjadi pada tubuh ketika keseringan main hp? Berikut dampaknya, dikutip dari Your Tango.
Ketika terlalu fokus pada hp, kepala akan cenderung menunduk, bahu membungkuk, dan leher terdorong ke depan. Sayangnya, tubuh tidak dirancang untuk mempertahankan posisi itu dalam waktu lama.
Saat bermain hp, kepala secara alami bergerak ke depan dan ke bawah. Semakin lama posisi ini dipertahankan, semakin besar tekanan yang harus ditanggung otot di sekitar leher dan punggung bagian atas.
Kepala memiliki bobot yang cukup berat sehingga otot leher harus bekerja lebih keras ketika posisinya condong ke depan.
Awalnya, kondisi ini mungkin hanya menimbulkan rasa kaku.
Namun, jika dilakukan terus-menerus, postur kepala yang terlalu maju dapat menyebabkan nyeri leher dan bahu serta ketegangan pada punggung bagian atas.
ilustrasi main hp dengan menunduk (Foto: istockphoto/ Orbon Alija)
Selain leher, bahu otomatis ikut terdampak ketika seseorang terlalu lama menunduk karena bermain hp.
Sayangnya, banyak orang tidak menyadari bahwa bahu mereka sedang dalam kondisi tegang, kaku, hingga berat.
Mata manusia tidak dirancang untuk menatap layar kecil yang terang selama berjam-jam tanpa jeda. Namun, bagi banyak orang, melihat hp justru menjadi salah satu hal pertama yang dilakukan setelah bangun tidur dan terakhir sebelum tidur.
Pilihan Redaksi
Ketika terlalu lama fokus pada layar, frekuensi berkedip dapat berkurang. Ditambah dengan aktivitas melihat dalam jarak dekat secara terus-menerus, kondisi ini dapat membuat mata terasa kering, lelah, iritasi, atau tegang.
Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala, penglihatan buram, atau kesulitan mengalihkan fokus dari layar hp ke objek yang lebih jauh. Bahkan dalam kasus yang lebih parah, bisa memicu kerusakan penglihatan jangka panjang.
Kebiasaan scrolling juga mudah membuat seseorang jadi lebih jarang bergerak. Apalagi, menggunakan hp umumnya dilakukan sambil duduk atau berada dalam posisi yang relatif sama dalam waktu lama.
Kurangnya aktivitas fisik secara terus-menerus membuat otot lebih jarang digunakan. Jika menjadi kebiasaan dalam jangka panjang, kurang bergerak dapat berkontribusi terhadap penurunan massa otot.
Kebanyakan main hp juga rentan membuat tangan dan pergelangan mengalami tekanan berulang. Gerakan sederhana seperti mengetik, menggulir layar, atau menekan layar mungkin terasa sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, otot, tendon, dan sendi di sekitar jari serta pergelangan tangan ikut terbebani.
Posisi saat memegang HP juga berpengaruh. Menggenggam HP terlalu kuat, menggunakan satu tangan dalam waktu lama, atau mempertahankan pergelangan dalam posisi menekuk dapat meningkatkan tekanan pada area tersebut. Akibatnya, tangan dan pergelangan bisa terasa pegal, kaku, nyeri, atau lebih mudah lelah.
Pada sebagian orang, ini juga dapat memicu keluhan seperti nyeri pada ibu jari, kesemutan, mati rasa, atau rasa seperti tertusuk.
Demikian beberapa dampak yang terjadi pada tubuh ketika kebanyakan main hp.
(fef)