Kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting Kalteng 513,89 Hektare

calendar_today 13.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengungkap temuan baru kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Ia melaporkan itu dalam rapat terbatas membahas penanganan karhutla yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto pada Senin (12/10) malam.

"Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar, karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral," kata Suharyanto dalam rapat yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden yang diunggah Selasa (13/10) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat tersebut, Suharyanto menjelaskan masih ada 639,23 hektare lahan yang masih terbakar dan dalam proses pemadaman yang tersebar di enam provinsi di Indonesia.

Ia menyebut hingga kini masih ada dua provinsi yang menjadi fokus penanganan yakni, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

Pilihan Redaksi

  • Pemerintah Catat 639 Hektare Lahan Masih Proses Pemadaman Karhutla
  • Langit Kalteng Menguning Akibat Asap Karhutla, Kategori Sangat Bahaya
  • Pilu Orang Utan Novita Kehilangan 4 Jari Usai Bertahan dari Karhutla

"Sementara untuk Satgas Udara, kami sudah coba bergerak baik dari Palangka Raya, Tjilik Riwut, maupun dari Syamsudin Noor, Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal," ucap dia.

Begitupula dengan operasi udara di Kalimantan Tengah, baik lewat water bombing maupun operasi modifikasi cuaca masih terhalang karena jarak pandang yang sangat rendah.

Dengan begitu, Suharyanto mengatakan untuk penanganan di Kalimantan Tengah pun, menitikberatkan lewat operasi darat lantaran di Kalimantan Tengah untuk operasi udara terhalang akibat jarak pandang yang rendah.

"Untuk Sumatra Selatan baru hari ini bisa terbang, dan nanti kami akan padukan dengan operasi modifikasi cuaca, kami tambah armadanya. Kalimantan Tengah menggunakan empat pesawat dan Sumatra Selatan menggunakan dua pesawat dari Pangkalpinang," ujarnya.

Karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya, di Kota Palembang, Sumatra Selatan yang kembali diselimuti kabut asap tebal akibat karhutla pada Selasa (13/10) pagi.

Kabut asap pekat mulai terlihat sejak pagi hari dan belum menipis hingga siang. Bahkan kabut asap yang sudah terjadi lebih dari dua bulan ini kondisinya semakin memburuk. Pantauan CNNIndonesia.com, ikon Kota Palembang, Jembatan Ampera nyaris tak terlihat dari kejauhan.

Visibilitas di beberapa ruas jalan utama kota terpantau cukup rendah. Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat berkendara untuk menghindari kecelakaan.

Selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga berdampak pada kesehatan warga. Warga mengeluh mengalami iritasi mata perih, sesak napas, hingga tenggorokan kering akibat terpapar kabut asap.

Kemudian, di Kalimantan Barat yang menyebabkan 46 individu orang utan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dievakuasi dan diselamatkan.

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Kalimantan Barat menyatakan puluhan individu orang utan Kalimantan itu diselamatkan sejak Agustus hingga 9 Oktober 2026 selama siklus karhutla.

"Setidaknya sudah ada 46 orang utan yang diselamatkan dari habitat yang terbakar. Sementara penyediaan habitat aman menjadi tantangan lanjutan bagi upaya konservasi satwa dilindungi tersebut," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) Murlan Dameria Pane di Pontianak, Minggu (11/10).

Dari jumlah itu, delapan individu yang telah dinyatakan sehat mulai ditranslokasikan pada 9 Oktober ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang. Pemindahan itu menjadi tahap lanjutan setelah satwa dievakuasi dari habitat yang terbakar dan menjalani pemeriksaan kesehatan serta observasi.

(mnf/isn)