KDM tekankan Purwakarta perlu bertransformasi jadi daerah berbasis ideologi ekosistem - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 21.07.2026 - person  - timer ~

Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan perlunya mentransformasikan Kabupaten Purwakarta menjadi daerah berbasis ideologi ekosistem, filosofi, dan teknokrasi guna menjaga kelestarian alam sebagai fondasi utama pembangunan masa depan.

Pesan ideologis tersebut disampaikan pria yang akrab disapa KDM saat menghadiri Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-195 Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta di Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Senin (20/7).

"Saya berpesan kepada semua, jagalah semesta dengan baik, jagalah aliran air dan seluruh tumbuhan. Jagalah Purwakarta agar tumbuh menjadi kabupaten yang memiliki basis ideologi ekosistem, filosofi, dan teknokrasi. Semuanya harus memiliki visi yang kuat, yaitu Purwakarta Istimewa," ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan apresiasi tinggi kepada para tokoh kunci dan ulama yang dinilai konsisten meletakkan fondasi pembangunan daerah, di antaranya mantan Bupati Purwakarta Lili Hambali Hasan serta Dudung S Suardi.

Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu menegaskan bahwa perayaan ulang tahun daerah harus dimaknai sebagai momentum perubahan perilaku publik untuk menyelamatkan ruang hidup harian dari ancaman kerusakan ekologis.

"Mari kita wujudkan amal saleh dalam hidup dengan menjaga titipan besar dari Tuhan kepada kita, yaitu tanah tempat kita tinggal dan air yang kita minum setiap waktu," tuturnya.

Selain aspek proteksi lingkungan, Dedi mengingatkan pentingnya pembentukan karakter anak-anak di Purwakarta dan Jawa Barat agar memiliki ketahanan spiritual dan moral demi menyongsong lahirnya generasi emas Indonesia.

"Kita persiapkan anak-anak kita menjadi pribadi yang saleh, memiliki pancaran cahaya kebaikan yang akan mengantarkan mereka menjadi generasi emas di masa yang akan datang," tutur Dedi.

Pewarta: RPG
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.