KDM siap menata Soekarno-Hatta hingga libatkan BJB untuk bangun JPO - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 12.08.2026 - person  - timer ~

Bandung (ANTARA) - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan pihaknya siap melakukan penataan Jalan Soekarno-Hatta termasuk pemasangan penerangan jalan dan rambu, hingga melibatkan BUMD Bank Jabar Banten (BJB) untuk membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang memang kurang di sana.

Dedi menjelaskan untuk Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang disebut kini memiliki kerawanan yang tinggi, sebenarnya Pemprov Jabar sudah berkirim surat ke Kementerian PU agar diserahkan pengelolaannya ke Pemerintah Kota Bandung, seperti Jalan Pasteur yang saat ini dikelola dan ditata oleh pemerintah provinsi.

"Tapi kalau memang ini (pengalihan ke Pemkot Bandung) juga agak lambat, karena ini menyangkut aspek strategis, saya segera meminta Dinas PU untuk untuk bersurat lagi agar Soekarno-Hatta diserahkan ke Pemprov Jabar," kata Dedi di Bandung, Rabu.

Terkait dengan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang lebih representatif agar jalan sepanjang 18,4 kilometer (km) itu lebih terang, Dedi Mulyadi menargetkan bisa dilaksanakan dalam satu bulan ini.

"Untuk pemasangan PJU tidak usah lama-lama, dalam waktu 1 bulan ini seluruh Jalan Soekarno-Hatta semuanya akan terpasang PJU dan terang, dalam sebulan ini," ucapnya.

Terkait kebutuhan JPO yang kini amat kurang di Jalan Soekarno-Hatta, Dedi mengaku tidak ada alokasi dana dari Pemprov Jabar untuk hal tersebut. Namun dia menjanjikan akan menggandeng berbagai pihak seperti BUMD Jabar yakni Bank BJB untuk kerja sama, dan ditarget tahun ini selesai.

"Walaupun tidak ada alokasinya kita bisa meminta dana kerja sama misalnya dengan BJB. Ada tulisan BJB-nya bikin JPO. Insyaallah tahun ini kita bangunkan karena itu menyangkut keselamatan," tuturnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, turun tangan mengatasi kerawanan Jalan Soekarno-Hatta Bandung yang kian mengkhawatirkan.

"Kami mohon ini bisa menjadi perhatian Pak Gubernur Jabar," kata Tedy.

Tedy menjelaskan saat ini Jalan Soekarno-Hatta yang membentang di selatan Kota Bandung dari ujung barat di Cibereum hingga ujung timur kota di Cibiru, memiliki tingkat kerawanan yang tinggi mulai dari kondisi penerangan jalan dan rambu-rambu yang minim hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan hingga aksi pembegalan.

Kerawanan, lanjut Tedy, bukan hanya dialami oleh pengguna jalan dengan kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki di Soekarno-Hatta, karena kurangnya jumlah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di jalan yang memiliki panjang sekitar 18,4 kilometer (km) itu.

Adapun Pemerintah Kota Bandung, memastikan akan membangun dua jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Soekarno-Hatta sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kemudahan akses masyarakat dalam menyeberang jalan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan dua unit JPO baru tersebut akan dibangun di lokasi strategis untuk menunjang akses penyeberangan yang aman bagi pelajar.

“Untuk JPO, yang pasti akan ditambah oleh Pemerintah Kota Bandung ada dua, yaitu di depan SMKN 7 dan SMKN 9. Itu sudah pasti akan dibangun,” kata Farhan di Bandung, Senin (10/8).

Menurut dia, pembangunan JPO lainnya di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta masih akan dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: KDM siap tata Soekarno-Hatta hingga libatkan BJB untuk bangun JPO

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.