Bagikan:
JAKARTA - Katy Perry mengecam Gedung Putih setelah lagu hitnya, Firework, dipakai dalam video yang menampilkan serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
USA Today dikutip Minggu, 26 Juli, melaporkan, akun TikTok resmi Gedung Putih mengunggah video itu pada 23 Juli. Lagu rilisan 2010 tersebut dipakai sebagai musik latar, dengan potongan lirik “boom boom boom” mengiringi visual serangan militer. Video itu diberi keterangan “Iran telah diperingatkan.”
Perry merespons lewat X pada 25 Juli. Ia menulis dirinya “sangat terkejut dan marah”. Ia juga menegaskan tidak pernah memberi izin atas penggunaan lagu tersebut.
“Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya,” tulis Perry.
Perry mengatakan Firework ditulis sebagai lagu tentang harapan, pemulihan, dan kekuatan diri bagi orang yang sedang melewati masa sulit.
“Melihat pesan tentang harga diri dan semangat untuk bangkit dipersenjatai sebagai musik latar kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua hal yang diperjuangkan lagu saya,” tulisnya.
“Musik saya dibuat untuk menyatukan orang-orang, bukan merayakan perang,” kata Perry.
Kaelan Dorr, Deputi Asisten Presiden Donald Trump, menanggapi unggahan Perry dengan membagikan klip video musik Perry tahun 2012, Part of Me. Dalam video itu, Perry digambarkan berada di kamp pelatihan militer AS.
“Ini kamu?” tulis Dorr.
Militer AS melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada 23 Juli. Komando Pusat AS mengonfirmasi serangan itu melalui X.
Komando Pusat AS menyebut serangan tersebut sebagai malam ke-13 berturut-turut. Tujuannya, menurut lembaga itu, untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial.
Trump tetap membela operasi militer pemerintahannya terhadap Iran. Sikap itu diambil meski DPR AS memilih mengakhiri perang dengan hasil 214-208. Di Senat, suara berpihak kepada presiden dengan hasil 49-47.
“Kami ingin menyelesaikannya, dan kami ingin melakukannya dengan benar, tetapi kami harus melakukan apa yang memang harus kami lakukan,” kata Trump dalam acara di Badan Perlindungan Lingkungan di Washington, D.C.
“Kami tidak bisa membiarkan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, yaitu senjata nuklir,” ujarnya.
USA Today mencatat Perry bukan musisi pertama yang memprotes cara Gedung Putih memakai lagu pop di media sosial.
Ariana Grande juga pernah mengecam video TikTok Gedung Putih pada 9 Juni. Menurut laporan Reuters dan The Guardian, video itu menampilkan agen federal menangkap dan memborgol sejumlah orang, dengan lagu Grande tahun 2024, Bye, sebagai musik latar.
“Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait omong kosong yang barbar, tidak manusiawi, dan keji ini,” tulis Grande. Audio dan komentar itu kemudian dihapus.
Juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson menanggapi kritik tersebut dalam pernyataan kepada USA Today pada 12 Juni. Ia mengatakan hal yang “barbar, tidak manusiawi, dan keji” adalah pendatang ilegal kriminal yang melukai dan membunuh warga Amerika tak berdosa.
Kesha, Olivia Rodrigo, dan Sabrina Carpenter juga pernah mengecam penggunaan lagu mereka oleh Gedung Putih untuk video berbeda tanpa izin.
Nancy Sinatra ikut bereaksi setelah Trump mengunggah video di Truth Social pada 18 April. Video itu memakai lagu My Way yang dinyanyikan mendiang ayahnya, Frank Sinatra.
“Ini penistaan,” tulis Nancy Sinatra di X sehari setelah unggahan tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
27 Juli 2026, 08:45
27 Juli 2026, 06:45
27 Juli 2026, 10:20
27 Juli 2026, 09:25
27 Juli 2026, 12:10