Rentang usia dapat berbeda tergantung pada konteks kesehatan, perkembangan, maupun statistik kependudukan.
Secara umum, kelompok usia dapat dibagi mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa, hingga lansia.
Baca Juga: Hasil Semifinal OSN SMA 2026 Diumumkan Hari Ini, Begini Cara Ceknya
Lantas, berapa rentang usia masing-masing kelompok dan apa karakteristiknya?
Menurut WHO (World Health Organization), pembagian kelompok usia tidak selalu memiliki satu standar yang berlaku untuk semua keperluan.
WHO menggunakan rentang usia yang berbeda tergantung konteks, misalnya kesehatan anak, remaja, dewasa, atau lansia.
Berikut pembagian usia menurut konteks WHO:
Masa bayi merupakan periode awal kehidupan yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Asupan nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang menjadi hal penting pada tahap ini.
Pada usia ini, anak mengalami perkembangan fisik, kemampuan berpikir, bahasa, serta keterampilan sosial. Kebutuhan gizi dan stimulasi juga terus meningkat.
WHO secara khusus mendefinisikan remaja sebagai kelompok usia 10–19 tahun. Masa ini ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang cukup signifikan.
Baca Juga: Apa Makanan Terbaik Ikan Nila?
Kelompok usia 20–24 tahun sering digunakan dalam statistik kesehatan dan kependudukan sebagai kelompok dewasa muda atau young adults.
Pada tahap dewasa, seseorang umumnya telah memasuki fase kehidupan dengan tanggung jawab yang lebih besar, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan sosial.
Dalam banyak konteks kesehatan masyarakat, usia 60 tahun ke atas digunakan sebagai batas kelompok lanjut usia, meskipun definisi lansia dapat berbeda berdasarkan negara atau tujuan statistik.
WHO mendefinisikan remaja sebagai kelompok usia 10–19 tahun. Masa ini merupakan periode transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial.
Usia 20 tahun sudah berada di luar definisi remaja WHO yang berakhir pada usia 19 tahun. Dalam sejumlah konteks kesehatan dan statistik, usia 20–24 tahun dapat dikategorikan sebagai dewasa muda.
Dalam banyak konteks kesehatan masyarakat, seseorang yang berusia 60 tahun ke atas dapat masuk dalam kelompok lanjut usia. Namun, batas usia lansia dapat berbeda sesuai negara dan tujuan pengelompokan.
Tidak. WHO menggunakan definisi dan rentang usia yang dapat berbeda sesuai konteks. Karena itu, pembagian usia sebaiknya disesuaikan dengan tujuan, misalnya untuk kesehatan anak, remaja, kependudukan, atau pelayanan kesehatan.
Bayi umumnya merujuk pada anak pada periode awal kehidupan, sekitar 0–1 tahun. Pada masa ini, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat cepat sehingga kebutuhan nutrisi dan pemantauan kesehatan menjadi perhatian penting.
Secara umum, kelompok usia yang dapat digunakan dalam konteks kesehatan dan statistik meliputi bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda, dewasa, dan lansia. Namun, rentang masing-masing kelompok tidak selalu sama pada setiap sumber.
Mengetahui kategori usia menurut WHO dapat membantu memahami perbedaan tahap kehidupan dan kebutuhan kesehatan pada setiap kelompok.
WHO secara khusus mendefinisikan remaja sebagai mereka yang berusia 10–19 tahun, sementara pengelompokan bayi, anak, dewasa muda, dewasa, dan lansia dapat berbeda sesuai konteks yang digunakan.
Karena itu, penting untuk melihat tujuan dan sumber klasifikasi usia sebelum menyebut suatu rentang sebagai standar resmi WHO.
Pembagian usia bukan hanya soal angka, tetapi juga berkaitan dengan karakteristik pertumbuhan, perkembangan, dan kebutuhan kesehatan pada setiap tahap kehidupan.