Kasus malaria di Aceh Jaya kembali merebak karena aktivitas pertambangan - ANTARA News Aceh

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Calang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan bahwa kasus penyakit malaria di daerah setempat kembali merebak, diduga karena banyaknya aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat sejak beberapa bulan terakhir.

"Jumlah kasus malaria per 22 September sebanyak 76 kasus, terus bertambah kalau kita bandingkan pada Mei hanya 30 dan Juli 56 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya Ferdian di Aceh Jaya, Kamis. 

Ferdian menyampaikan, kasus malaria ini terjadi melonjak akibat meningkatnya aktivitas warga di kawasan tambang emas di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya. 

Kebanyakan jenis malaria yang ditemukan saat ini, kata dia, adalah malaria knowlesi yaitu  jenis penyakit malaria zoonosis (penularan dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh parasit. 

"Jenis malaria ini menular dari hewan yang menyebar ke manusia, dan ini lokus nya kebanyakan dari area pertambangan di dalam hutan," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk penanganan terhadap penyakit tersebut, pihaknya sudah memperkuat sosialisasi hingga membagikan kelambu kepada para penambang yang semakin hari meningkat.

Selain itu, pihaknya juga sudah duduk bersama melakukan koordinasi dan advokasi pemeliharaan eliminasi malaria di Aceh Jaya.

"Tokoh masyarakat dan pemuka adat juga dilibatkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat serta pekerja tambang," katanya.

Dirinya menambahkan, sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah menyepakati bahwa Dinas Kesehatan bersama unsur TNI/Polri segera melakukan skrining atau pemeriksaan darah secara massal di pintu masuk kawasan tambang.

Pemerintah juga meminta tokoh masyarakat menggerakkan gotong royong untuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk serta memastikan para pekerja menggunakan kelambu sebagai perlindungan dari gigitan nyamuk penular malaria.

"Selain itu, pos kesehatan lapangan atau pos satelit darurat akan ditempatkan untuk mempercepat deteksi dini, pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien yang dinyatakan positif," ujarnya.

Ia kembali menekankan bahwa penanganan malaria membutuhkan keterlibatan seluruh sektor, terutama karena aktivitas di kawasan tambang menjadi salah satu lokasi yang ditemukan terkait dengan klaster kasus.

Pewarta: Arif Hidayat
Editor : M.Haris Setiady Agus

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.