Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Papua Barat Daya Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengoptimalkan pengawasan terhadap pergerakan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan di setiap pintu pemasukan dan pengeluaran di wilayahnya.
Kepala Karantina Papua Barat Daya Barantin I Wayan Kertanegara di Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu, mengatakan pengawasan dilakukan terhadap setiap pergerakan komoditas, baik kapal yang masuk maupun keluar dari wilayah Papua Barat Daya.
"Komitmen kami adalah melakukan pengawasan setiap ada pergerakan barang. Ada kapal masuk, kapal keluar, kami melakukan pengawasan," katanya.
Ia menjelaskan pengawasan juga dilakukan bersama instansi terkait, terutama pemerintah daerah yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengawasan komoditas, serta melibatkan TNI dan Polri.
Menurut dia, kerja sama lintas instansi juga dilakukan di lokasi yang berada di luar tempat pemasukan dan pengeluaran resmi untuk memperkuat pengawasan pergerakan komoditas.
"Di tempat-tempat di luar tempat pemasukan, kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI dan Polri," ujarnya.
Kertanegara mengatakan pergerakan produk hewan, ikan, dan tumbuhan melalui tempat pemasukan dan pengeluaran resmi sejauh ini dapat terpantau karena petugas karantina selalu melakukan pengawasan di lapangan.
"Kalau di tempat pemasukan dan pengeluaran semuanya terpantau, tidak ada yang luput dari pantauan karena setiap saat tim kami bertugas di lapangan," katanya.
Sementara, untuk pergerakan komoditas di luar tempat pemasukan dan pengeluaran resmi, pihaknya mengandalkan informasi dari masyarakat maupun sumber informasi lainnya sebagai bagian dari upaya pengawasan.
"Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui kegiatan pengawasan bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI untuk memastikan pergerakan komoditas sesuai dengan ketentuan karantina," ujarnya.
Ia menegaskan pengawasan tersebut penting untuk mencegah masuk dan keluarnya komoditas yang berpotensi membawa risiko terhadap kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, serta kelestarian sumber daya hayati di Papua Barat Daya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.