Rabu, 19 Agustus 2026 16:58 WIB
Petugas Karantina Kepri saat memeriksa komoditas kelapa sebelum di bawa keluar dari Natuna pada Juli 2026. ANTARA/HO-Karantina Kepri
Natuna (ANTARA) - Balai Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melibatkan pemerintah desa, kelurahan, hingga kecamatan dalam memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan serta turunannya di Kabupaten Natuna, guna mencegah penyebaran hama dan penyakit di wilayah perbatasan itu.
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Natuna Iwan Setiawan, di Natuna, Rabu, mengatakan keterlibatan perangkat daerah diperlukan untuk membantu memberikan informasi terkait pergerakan hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya di wilayah masing-masing.
Keterlibatan tersebut juga penting karena beberapa kecamatan, seperti Midai, Suak Midai, dan Pulau Laut, masih menerbitkan surat keterangan hewan (SKH) untuk komoditas hewan maupun pertanian. Informasi dan dokumen tersebut dapat menjadi bagian dari pengawasan lalu lintas komoditas di wilayah Natuna.
"Wilayah Natuna cukup luas, sementara titik keluar dan masuk komoditas juga banyak. Dengan keterbatasan personel, tidak semua titik dapat kami pantau setiap saat. Karena itu, perangkat daerah kami libatkan untuk membantu memberikan informasi," ujar Iwan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya yang keluar maupun masuk Natuna dapat terdata dan diawasi sesuai ketentuan karantina.
Selain melibatkan pemerintah desa dan kelurahan, Karantina Kepri juga memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum di Natuna. Bahkan, pihaknya masuk dalam tim pengawasan orang asing (timpora).
Kehadiran karantina dalam timpora, guna memastikan setiap warga negara asing yang masuk dan keluar dari Natuna, tidak membawa maupun menyebarkan produk pembawa hama dan penyakit yang berpotensi merusak komoditas di wilayah perbatasan itu.
"Koordinasi dengan aparat keamanan dan penegak hukum juga terus kami lakukan. Dengan sinergi ini, apabila ada informasi terkait lalu lintas komoditas yang perlu ditindaklanjuti, dapat segera dikoordinasikan," katanya pula.
Menurut dia, Natuna merupakan daerah yang memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian. Komoditas perikanan yang dihasilkan, antara lain ikan kerapu, napoleon, gurita, dan ikan kakaktua, sedangkan sektor pertanian menghasilkan komoditas seperti kelapa dan jengkol.
Komoditas ini sering di bawa keluar daerah hingga keluar negeri. Selain itu, Natuna juga merupakan daerah yang mengonsumsi ayam beku dari luar daerah, sehingga pengawasan perlu dilakukan bersama dan menjadi perhatian.
Berdasarkan catatan Karantina Kepri, pintu pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan berada di Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat. Pelabuhan itu melayani kegiatan ekspor, impor, dan lalu lintas antararea.
Namun, Iwan mengatakan pintu keluar dan masuk komoditas di Natuna tidak hanya melalui pelabuhan yang telah ditetapkan. Banyak jalur lainnya, terutama jalur laut, yang juga digunakan untuk mengangkut berbagai komoditas dari dan menuju wilayah tersebut.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.