Sabtu, 5 September 2026 21:30 WIB
Penanganan karhutla yang mengandung material batu bara di di Jalan Amal Lama, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Tarakan, Kalimantan Utara dilakukan secara terpadu oleh petugas gabungan, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Polres Tarakan)
Tarakan (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan AKBP Bonifasius Rumbewas menekankan pentingnya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengandung material batu bara di Tarakan dilakukan secara terpadu.
“Penanganan harus dilakukan secara cepat, terpadu dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolres Tarakan saat meninjau langsung titik api yang mengandung material batu bara di Jalan Amal Lama, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur, Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres Tarakan bersama personelnya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, serta masyarakat melakukan penanganan sementara agar dapat mengurangi titik api serta mencegah penyebaran dan dampak yang ditimbulkan dari material batu bara yang terbakar.
Menurut Kapolres Tarakan, kegiatan yang dilaksanakan siang hari tersebut merupakan langkah lanjutan dalam penanganan material batu bara yang terbakar sejak beberapa hari lalu.
“Salah satu upaya yang kita lakukan adalah penyiraman air untuk mengurangi titik api serta meminimalisir potensi penyebaran bara atau asap akibat material batu bara yang terbawa angin dan dapat mengganggu masyarakat di sekitar lokasi,” kata AKBP Bonifasius Rumbewas.
Selain melakukan penyiraman, lanjutnya, petugas juga melakukan langkah pengamanan dan penanganan terhadap badan jalan yang terdampak dengan melakukan penutupan jalan secara total pada area yang terdapat material batu bara guna menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melaksanakan proses penanganan dan perbaikan jalan.
“Pengupasan badan jalan juga dilakukan pada area terdampak. Langkah tersebut bertujuan mengisolasi material batu bara yang berada di dalam maupun di bawah permukaan jalan sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan material kembali menyala,” ungkapnya.
Selanjutnya, penanganan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait ini akan dilakukan pembuatan penampungan air di sekitar area material batu bara. Penampungan tersebut disiapkan untuk mendukung proses pendinginan serta memudahkan petugas dalam melakukan penanganan apabila masih terdapat material yang berpotensi kembali terbakar.
Selama proses penutupan dan perbaikan jalan berlangsung, arus lalu lintas masyarakat akan dialihkan melalui jalur alternatif, yakni Jalan Amal Baru Gang Polmas RT 5, Kelurahan Pantai Amal, maupun melalui jalur Karungan.
“Khusus kendaraan bus maupun orang tua yang mengantar siswa dan siswi SMP Negeri 10 Tarakan, akan diarahkan melalui Jalan Amal Baru Gang Polmas RT 5 untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.
Baca juga: Padamkan karhutla, Gubernur Kaltara minta petugas utamakan keselamatan
Baca juga: Patroli karhutla, Dandim Bulungan minta maksimalkan drone termal
Pewarta : Agus Salam
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.