Kapolda Sumut: Pengungkapan sabu-sabu meningkat tiga tahun terakhir - ANTARA News Sumatera Utara

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Medan (ANTARA) - Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto mengatakan pengungkapan sabu-sabu di wilayahnya menunjukkan tren peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Saat jumpa pers di Markas Polda Sumut, Medan, Senin, Whisnu mengatakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut bersama jajaran mengungkap sekitar 1,5 ton sabu-sabu pada 2024, meningkat menjadi 1,7 ton pada 2025.

Sementara itu, selama enam bulan pertama 2026, jajaran Polda Sumut telah mengungkap 948 kilogram sabu-sabu.

Menurut dia, pemberantasan narkoba menjadi salah satu prioritas Polda Sumut dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian, mulai dari tingkat polrestabes, polresta, polres, hingga polsek.

Selain penindakan, Polda Sumut juga memperkuat kerja sama dengan Bea Cukai, pengelola bandara, TNI, dan pemerintah daerah untuk menekan masuknya narkotika ke Sumatera Utara.

Polda Sumut mengimbau masyarakat melaporkan aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut Kombes Pol Andy Arisandi mengatakan berbagai upaya dilakukan dalam pengungkapan kasus tersebut di antaranya berkolaborasi dengan Konsulat Malaysia di Medan terkait daftar pencarian orang (DPO) pada kasus narkoba tersebut. 

Hal ini dikarenakan barang bukti yang disita  dari perairan Sumut diduga dari Malaysia serta jaringan maupun bandar teridentifikasi  memakai nomor telepon seluler dari negara tersebut.

Selain itu, Polda Sumut dan jajaran melakukan Operasi Antik Toba 2026, menggerebek lokasi yang disinyalir menjadi tempat penyalahgunaan narkoba, pengembangan terjadap jaringan, serta menggelar razia di tempat hiburan malam.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kapolda Sumut: Pengungkapan sabu-sabu meningkat tiga tahun terakhir

Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.