Ada beberapa titik kami temukan malam ini lahan bekas terbakar masih mengeluarkan asap,"
Banjarbaru (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan melaksanakan patroli roda dua memantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla) malam hari dengan melakukan metode suntik gambut di lahan terbakar di Pengayuan, Banjarbaru.
"Ada beberapa titik kami temukan malam ini lahan bekas terbakar masih mengeluarkan asap," kata kapolda ditemui di lokasi, Selasa malam.
Dia mengatakan asap yang timbul akibat bara api tidak sepenuhnya padam di dalam tanah.
Maka dari itu, suntik gambut dinilai menjadi cara paling efektif untuk pembasahan dari dalam.
Kapolda juga berinovasi dengan mencampurkan cairan khusus ke air yang disemprotkan melalui pipa besi sepanjang dua meter.
Hasilnya, permukaan suhu tanah lebih cepat dingin yang menandakan bara api di dalam benar-benar padam.
"Bidang Laboratorium Forensik terus melakukan pengembangan cairan khusus ini dan bahan baku telah kami pesan dari Jakarta dan Surabaya untuk produksi lebih banyak," jelas kapolda.
Saat metode suntik gambut malam hari itu, Polda Kalsel juga didukung penggunaan drone dengan kamera Thermal untuk memantau suhu permukaan tanah dari udara.
Kapolda menyebut di beberapa titik yang masih mengeluarkan asap suhu tanah bisa mencapai 77 dejarat Celsius.
"Jadi pendinginan dengan metode suntik gambut ini terus kami lakukan setiap hari di lokasi karhutla dengan ujicoba penggunaan cairan khusus," tambahnya.
Kawasan Pengayuan di Banjarbaru menjadi salah satu sasaran prioritas penanggulangan karhutla dengan luas lahan rawan terbakar mencapai 900 hektare.
Karhutla di lokasi ini juga berdampak terhadap penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor dari kabut asap yang ditimbulkan.
Turut hadir sejumlah elemen mahasiswa yang ingin melihat secara langsung metode suntik gambut hasil inovasi Kapolda Kalsel itu.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Selatan Ferry Setiadi mengatakan inovasi memang sangat diperlukan agar penanggulangan karhutla bisa lebih cepat.
"Kami apresiasi pak kapolda, mudah-mudahan dengan berbagai inovasi ini karhutla secepatnya terkendali dan kita semua terbebas dari kabut asap," ucapnya.
Pewarta: Firman
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.