Kandidat Sekjen PBB sebut pemimpin harus terlibat dialog cegah konflik - ANTARA News Gorontalo

calendar_today 19.09.2026 - person  - timer ~

New York (ANTARA) - Kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Carolyn Rodrigues-Birkett mengatakan pemimpin organisasi itu harus berdialog dengan semua pihak bukan hanya setelah konflik pecah, tetapi juga untuk mencegah konflik.

"Sekretaris Jenderal sebagai penengah yang netral harus berbicara dengan semua pihak, bukan hanya ketika konflik pecah, tetapi juga untuk mencegah konflik," kata Rodrigues-Birkett kepada RIA Novosti.

Ia mengatakan PBB memiliki jaringan yang luas di lapangan sehingga Sekretaris Jenderal berada dalam posisi untuk memperoleh banyak informasi yang dapat digunakan dalam upaya pencegahan konflik.

"Saya ingin menjadi Sekretaris Jenderal yang juga turun tangan untuk mencegah konflik," ujarnya.

Rodrigues-Birkett sebelumnya menjadikan diplomasi pencegahan sebagai salah satu prioritas bagi pemimpin PBB berikutnya.

Dalam sesi dengar pendapat resmi bagi para kandidat pada Juni, Rodrigues-Birkett mengatakan dirinya siap menghubungi langsung pihak-pihak terkait setelah menerima informasi mengenai potensi eskalasi.

Ia mengatakan akan menggunakan berbagai instrumen yang tersedia bagi Sekretaris Jenderal PBB untuk mencegah krisis berkembang menjadi konflik bersenjata.

Mantan Menteri Luar Negeri Guyana itu saat ini memimpin persaingan untuk menjadi Sekretaris Jenderal PBB berikutnya.

Dalam pemungutan suara informal kedua oleh anggota Dewan Keamanan PBB, delapan dari 15 negara mendukung pencalonannya.

Pesaing terdekatnya, kandidat Kosta Rika Rebeca Grynspan dan Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi, masing-masing memperoleh tujuh suara.

Masa jabatan kedua dan terakhir Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan berakhir pada 31 Desember.

Sumber: Sputnik

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kandidat Sekjen PBB sebut pemimpin harus terlibat dialog cegah konflik

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.