Bandung, Jawa Barat (ANTARA) - PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memperingatkan bahaya aktivitas pembakaran sampah di sekitar jalur rel, karena tidak hanya memicu kebakaran tetapi juga berisiko tinggi merusak struktur baja kereta hingga meliuk membentuk pola S (S-pattern).
Ancaman kerusakan prasarana perkeretaapian ini menjadi sorotan utama mengingat peningkatan suhu panas akibat api dapat memicu pemuaian ekstrem pada rel, yang berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api serta mengancam nyawa pelanggan.
"Memasuki musim kemarau ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membakar maupun membuang sampah sembarangan di sekitar jalur rel kereta api. Tindakan tersebut terlihat sederhana, namun dapat menimbulkan kebakaran yang membahayakan perjalanan kereta api, merusak prasarana perkeretaapian, bahkan berpotensi mengancam keselamatan pelanggan, petugas, maupun masyarakat sekitar," ujar Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo di Bandung, Jabar, Kamis.
Kuswardojo memaparkan bahwa kobaran api dan kepulan asap tebal di dekat jalur rel secara langsung juga akan merusak jarak pandang masinis yang sedang melaju kencang.
Lebih dari itu, jilatan api yang menjalar ke fasilitas perkeretaapian juga dapat melumerkan kabel persinyalan elektrik, merusak bantalan rel, perangkat telekomunikasi, hingga memutus instalasi kelistrikan vital.
Guna meminimalkan potensi bencana tersebut, KAI Daop 2 Bandung mengimbau masyarakat di sepanjang perlintasan untuk bersikap aktif menjadi benteng pertahanan pertama dan segera bertindak sebagai pelapor taktis (early warning system) jika menemukan keanehan fisik pada rel.
"Peran aktif masyarakat sangat berarti bagi keselamatan perjalanan kereta api. Apabila menemukan adanya anomali pada jalur rel, seperti rel yang bengkok berbentuk S-pattern atau kondisi lain yang dinilai tidak aman, kami mengimbau agar segera melaporkannya kepada petugas KAI terdekat. Laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam melakukan pemeriksaan dan penanganan sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi gangguan yang lebih besar," ujar Kuswardojo.
Selain memantau potensi rel meliuk akibat panas, masyarakat juga diminta sigap melaporkan indikasi bencana lain seperti longsoran tanah yang mulai mendekati jalur rel, pohon rindang yang rawan tumbang, hingga genangan air yang mengancam kestabilan tanah di bawah bantalan rel.
Meskipun KAI Daop 2 Bandung secara terjadwal terus menggencarkan patroli prasarana dan inspeksi visual di sepanjang jalur lintasan selama musim kemarau ini, sinergi dan kewaspadaan bersama masyarakat tetap menjadi kunci utama demi mewujudkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan tepat waktu.
Pewarta: Ricky Prayoga
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.