Nabire, Papua Tengah (ANTARA) - Kabut asap tebal yang menyelimuti Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menurunkan jarak pandang hingga sekitar satu kilometer dan mengganggu operasional penerbangan di Bandara Douw Aturure, Senin pagi.
Kepala Seksi Teknik, Operasi, Keamanan, dan Pelayanan Darurat Bandara Douw Aturure Nabire Allrido Simandjuntak di Nabire, Senin, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan salah satu penerbangan Sriwijaya Air dari Makassar menuju Nabire mengalihkan pendaratan ke Biak.
"Penyebabnya, visibility hanya sekitar satu kilometer akibat asap, padahal seharusnya jarak pandang minimal lima kilometer," ujarnya.
Ia menjelaskan pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 07.45 WIT tersebut tidak dapat langsung mendarat di Nabire, karena jarak pandang terbatas, sehingga pengalihan dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Kondisi jarak pandang kemudian berangsur membaik hingga mencapai sekitar lima kilometer sehingga operasional penerbangan di Bandara Douw Aturure kembali normal.
"Sekarang sudah lebih baik visibility-nya, sudah lima kilometer dan penerbangan sudah kembali normal,” katanya.
Pesawat Sriwijaya Air tersebut kemudian mendarat di Nabire sekitar pukul 09.20 WIT setelah kondisi memungkinkan, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jayapura.
Kabut asap yang menyelimuti Nabire dalam beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca yang kering.
Namun, penyebab pasti sumber asap masih memerlukan penanganan dan verifikasi dari pihak terkait.
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat, tetapi juga berdampak terhadap konektivitas udara yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Nabire.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara terbuka karena asap dapat menurunkan kualitas udara, mengganggu jarak pandang, serta berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas transportasi.
Dalam kondisi normal, Bandara Douw Aturure Nabire melayani sekitar 40 pergerakan pesawat atau 20 hingga 25 penerbangan setiap hari, mulai pukul 06.30 WIT.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hotspot di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, melonjak dari 12 titik pada 10 September menjadi 268 titik pada 13 September 2026.
Hal itu membuat kabut asap melanda Nabire sejak Minggu (13/9/2026) sore hingga Senin pagi ini.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.