Kabupaten Bandung siapkan toren air dan pompa antisipasi kekeringan - ANTARA News Jawa Barat

calendar_today 18.07.2026 - person  - timer ~

Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, menyiapkan pemasangan toren air di wilayah rawan serta pompa untuk lahan pertanian sebagai langkah antisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan lebih kering dan panjang pada tahun 2026 ini.

Bupati Bandung Dadang Supriatna di Bandung, Sabtu, mengatakan langkah tersebut telah dipersiapkan sejak dua bulan lalu melalui koordinasi bersama seluruh perangkat daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Perumda Air Minum Tirta Raharja.

"Dari 31 kecamatan ini yang terdampak terhadap siaga darurat kekeringan ada 27 kecamatan. Dua bulan lalu sudah saya instruksikan, begitu rapat tentang persiapan kekeringan berkepanjangan atau El Nino, kami langsung berkoordinasi dengan seluruh instansi, termasuk PDAM," katanya.

Ia mengatakan BPBD telah diperintahkan memperkuat mitigasi bencana, sekaligus menyiapkan distribusi bantuan air bersih agar dapat menjangkau seluruh titik rawan kekeringan secara cepat dan merata.

"Nah, tentu kami sudah instruksikan melalui BPBD untuk melakukan mitigasi bencana. Persiapan harus matang sehingga titik lokus yang membutuhkan bantuan bisa terdistribusikan dengan baik," ujarnya.

Selain itu Perumda Air Minum Tirta Raharja diminta memasang toren air di setiap kecamatan atau setidaknya di wilayah yang berdekatan dengan daerah terdampak untuk memudahkan penyaluran air bersih kepada masyarakat.

"Saya sudah instruksikan kepada PDAM bahwa PDAM akan memasang toren di masing-masing kecamatan minimal atau di daerah-daerah yang mendekati titik lokus," ucapnya.

Pemkab Bandung juga memperkuat upaya menjaga sektor pertanian melalui penyediaan pompa air serta percepatan normalisasi saluran irigasi dengan 547 daerah irigasi telah diusulkan ke pemerintah pusat dan sebanyak 117 titik telah ditetapkan sebagai prioritas normalisasi saluran primer, sekunder, dan tersier.

"Jangan sampai terjadi gagal panen. Dinas Pertanian kami dorong untuk menyediakan pompa sehingga sawah-sawah yang baru tanam ataupun yang akan panen ini jangan sampai kehabisan air," ucapnya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini dipengaruhi El Nino sehingga diperkirakan berlangsung lebih kering dan lebih panjang.

Di Kabupaten Bandung, status siaga darurat kekeringan telah diberlakukan sejak Juni 2026 karena 27 dari 31 kecamatan diprediksi terdampak, sementara pemerintah daerah mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor : Ricky Prayoga

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.