Minggu, 16 Agustus 2026 17:47 WIB
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kiri) bersama Kakansar Maumere Fatur Rahman. ANTARA/Ho-Kantor SAR Maumere
Kupang (ANTARA) - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii tiba di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memantau langsung penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Fathur Rahman dari Maumere, Kabupaten Sikka, Minggu mengatakan kehadiran Kepala Basarnas untuk memastikan operasi SAR berjalan optimal serta kebutuhan penanganan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.
“Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur,” kata Fathur di Kupang, Minggu.
Ia mengatakan Basarnas juga menyiagakan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo, untuk mendukung evakuasi medis udara apabila dibutuhkan.
“Helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan,” ujarnya.
Dia mengatakan, di Kabupaten Manggarai Timur, tim SAR gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, dan masyarakat mengevakuasi seorang nelayan yang dilaporkan tenggelam saat gempa terjadi.
Korban ditemukan pada pukul 09.30 WITA di perairan Pantai Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda, dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, penyisiran darat terus dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo berdasarkan Rencana Operasi (RenOps) hari kedua.
Tim melakukan penyisiran hingga radius 6,3 kilometer dengan menyasar Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, serta Kelurahan Mbay, Desa Tungurambang, Desa Nangadhero, dan Desa Marpokot di Kabupaten Nagekeo.
Dari hasil penyisiran tersebut belum ditemukan tambahan korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian dan pemantauan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Berdasarkan pendataan dan verifikasi faktual hingga Minggu (16/8) pukul 14.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka berat maupun ringan.
Dengan demikian, total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang.
Fathur mengatakan data tersebut masih dinamis dan akan diperbarui secara berkala melalui koordinasi dengan BPBD serta unsur potensi SAR.
Operasi pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan situasi dan hasil evaluasi di lapangan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kabasarnas pantau langsung penanganan gempa Flores
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.