Kabar rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Kopi Kenangan makin menguat. Jaringan kedai kopi asal Indonesia itu disebut sedang mengevaluasi opsi untuk melantai di bursa dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.
Laporan The Wall Street Journal menyebut Singapura menjadi salah satu bursa yang dipertimbangkan sebagai lokasi pencatatan saham. Namun hingga saat ini, proses tersebut masih berada pada tahap awal dan perusahaan belum menunjuk bank investasi yang akan memimpin aksi korporasi tersebut.
Wakil Presiden Bidang Keuangan Korporat dan Pengembangan Kopi Kenangan, Junxian Li, mengatakan perusahaan secara rutin mengevaluasi berbagai alternatif pendanaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus membuka peluang monetisasi bagi para pemegang saham.
"Hal ini mencakup dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami saat ini," kata Li, dikutip The Wall Street Journal, Senin (20/7).
Meski demikian, Li menegaskan perusahaan belum mengambil keputusan final terkait IPO. Kepastian mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan saham, maupun valuasi perusahaan masih dalam tahap pembahasan.
Di balik menguatnya kabar IPO tersebut, Kopi Kenangan telah memiliki sejumlah investor global. Berdasarkan laporan yang sama, petenis Serena Williams dan pengusaha hip-hop Jay-Z merupakan investor yang masuk ke perusahaan pada 2019 melalui Serena Ventures dan Roc Nation.
Sinyal menuju perusahaan publik sebelumnya juga sempat disampaikan oleh pendiri sekaligus CEO Grup Kopi Kenangan Edward Tirtanata. Melalui unggahan di LinkedIn pada Januari 2026, Edward mengungkapkan pendapatan bersih perusahaan sepanjang 2025 mencapai US$ 184 juta atau meningkat 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, laba bersih tercatat sebesar US$ 17 juta.
Dalam unggahan tersebut, Edward menyatakan Kopi Kenangan perlu mulai beroperasi dengan standar perusahaan publik sebelum resmi mencatatkan sahamnya di bursa, meski belum mengungkapkan rincian maupun jadwal IPO.
Kinerja tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk melanjutkan ekspansi. Pada 2026, Kenangan Group menargetkan penambahan sekitar 524 gerai sehingga total jaringan mencapai 1.848 gerai.
Ekspansi itu diproyeksikan mendorong pendapatan bersih menjadi US$ 265 juta, dengan EBITDA sebesar US$ 69 juta dan laba bersih mencapai US$ 29 juta. Margin EBITDA juga ditargetkan meningkat menjadi 26% dari 20% pada 2025.
Didirikan pada 2017, Kopi Kenangan menggunakan biji kopi yang seluruhnya berasal dari Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memperluas operasionalnya ke enam negara, termasuk Singapura, Malaysia, India, dan Australia.
Saat ini Kopi Kenangan memiliki lebih dari 800 gerai di 45 kota di Indonesia dengan jumlah karyawan melampaui 5.000 orang. Pada 2020, perusahaan mencatat penjualan sekitar 30 juta cangkir kopi.
Apabila rencana IPO terealisasi, Kopi Kenangan berpotensi menjadi salah satu perusahaan konsumen asal Indonesia yang memilih bursa luar negeri sebagai tempat menghimpun dana, di tengah semakin banyak perusahaan regional yang mempertimbangkan Singapura sebagai alternatif pencatatan saham.