Jenazah di Enggano Ternyata Surakman, Reaksi Kakaknya Saat Diberi Tahu Bikin Haru

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Kamis, 24 September 2026 - 12:30 WIB

VIVA –Momen haru terasa saat Gubernur Banten, Andra Soni, datang ke kediaman mendiang Surakman, anak buah kapal (ABK) Aru Padatu I. Dalam kesempatan itu, Andra Soni menyampaikan langsung kabar bahwa jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano telah dipastikan sebagai Surakman.

Baca Juga

Kakak Surakman yang merupakan tunanetra tampak tak kuasa menahan tangis. Ia hanya tertunduk saat Andra Soni memberikan penguatan. Suaranya pun terdengar bergetar ketika menerima kabar duka tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tadi telah disampaikan berdasarkan hasil tes DNA jenazah yang ditemukan di pulau Enggano di Bengkulu setelah diperiksa itu identik dan dipastikan itu jenazah dari pak Surakman,” kata Gubernur Banten dikutip dari akun TikTok miliknya, Kamis 24 September 2026.

Baca Juga

Andra Soni juga menyampaikan rasa belasungkawanya serta doa untuk mendiang dan keluarganya. Dijelaskan oleh Andra Soni, pihak pemerintah provinsi Banten akan membantu mengurus prosesi pemakan jenazah Surakman.

“Kami turut berduka cita semoga beliau khusnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya dan ibu serta anak-anak yang ditinggalkan diberi kekuatan, keikhlasan, kesabaran. Nanti sama pak Kapolres, pemerintah provinsi, camat kita semua bantu sama-sama urus termasuk adminstrasi dan lainnya. Jadi nggak keluar uang,” kata dia.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan harapan ABK lainnya yang ikut dalam kapal tersebut bisa ditemukan.

“Semoga yang pak Warta, pak Bonsai kita berharap bisa ketemu ya,” ujar dia.

Di sisi lain, di hadapan wartawan, Andra Soni mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan kabar penemuan jenazah tersebut kepada keluarga besar korban. Ia menjelaskan, identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano pada 12 September 2026 itu baru diketahui setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk tes DNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami menyampaikan informasi langsung kepada keluarga-keluarga besar dari pak surakman salah satu korban, salah satu warga kita yang hilang kontak sejak tanggal 7 September 2026. Pada hari kelima pencarian di tanggal 12 September ditemukan jenazah tidak dikenal pulau Enggano,” kata dia.

Gubernur Banten itu kemudian menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui koordinasi antara Polda Banten dan Polda Bengkulu. Pemeriksaan awal meliputi sidik jari dan gigi, tetapi belum berhasil mengidentifikasi jenazah. Identifikasi akhirnya dilakukan melalui tes DNA dengan membandingkan sampel dari keluarga korban.

Halaman Selanjutnya

“Atas koordinasi Kapolda Banten dengan Kapolda Bengkulu maka dilaksanakan pemeriksaan mulai dari sidik jari, gigi dan sebagainya. Namun tidak bisa teridentifikasi kemudian dilaksanakan tes DNA sehingga dari 8 sampel DNA dari keluarga yang hilang salah satunya identik,” kata dia.