Jelang Penerapan Zero ODOL, KAI Logistik Perkuat Angkutan Kontainer

calendar_today 24.09.2026 - person  - timer ~

Kamis, 24 September 2026, 21:47 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) terus memperkuat layanan Kereta Api (KA) kontainer sebagai bagian dari pengembangan segmen KA Multikomoditi sekaligus mendukung terciptanya ekosistem logistik nasional yang lebih efisien dan berkelanjutan. Segmen ini diproyeksikan tumbuh dengan CAGR 8,5% hingga 2029, dengan target pendapatan mencapai Rp568 miliar pada 2029.

Pertumbuhan tersebut didorong melalui sejumlah inisiatif, antara lain akuisisi pelanggan baru, pengembangan green freight service, serta penguatan cold chain logistics. Pada Agustus 2026, volume angkutan KA kontainer mencapai lebih dari 280 ribu ton, menjadi capaian bulanan tertinggi sepanjang tahun berjalan dan meningkat sekitar 18% dibandingkan rata-rata volume bulanan Semester I 2026. 

"Secara kumulatif hingga Agustus 2026, KAI Logistik telah mengangkut lebih dari 2 juta ton barang menggunakan KA kontainer, setara dengan pengalihan lebih dari 109 ribu perjalanan truk dari jalan raya ke jalur rel. Capaian ini melanjutkan pertumbuhan positif, setelah pada 2025 volume KA kontainer mencapai sekitar 2,5 juta ton, tumbuh 8% YoY," ujar Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan yang dikutip di Jakarta, Rabu (24/9/2026)

Yuskal melanjutkan bahwa penguatan KA kontainer semakin relevan dalam menjawab kebutuhan distribusi barang sekaligus menghadapi implementasi kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) yang akan diterapkan secara lebih menyeluruh pada 2027.

“Kereta api memiliki kapasitas angkut besar yang dapat menjadi salah satu solusi dalam mengalihkan angkutan barang dari jalan raya ke rel. Kami terus memperkuat kapasitas dan keandalan layanan agar KA kontainer semakin kompetitif dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan,” ujar Yuskal.

Baca Juga: KAI Logistik Siapkan Angkutan Sapi hingga Sayur Tujuan Banyuwangi-Jakarta via Kereta

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan KA Kontainer, KAI Logistik juga terus menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendukung praktik logistik berkelanjutan. Sejumlah inisiatif strategis telah diterapkan, di antaranya penggunaan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk meningkatkan efisiensi operasional, sertifikasi halal pada sejumlah terminal termasuk fasilitas pencucian kontainer, serta penyediaan fasilitas plug in di terminal guna memastikan pasokan listrik bagi kontainer berpendingin (reefer container) tetap terjaga selama proses penanganan.

Selain itu, KAI Logistik juga menghadirkan informasi carbon footprint pada invoice pelanggan. Fitur ini memungkinkan pelanggan mengetahui estimasi emisi karbon dari aktivitas pengiriman yang dilakukan menggunakan moda kereta api, sehingga memberikan transparansi sekaligus mendorong perusahaan dalam mengukur dan mendukung pencapaian target keberlanjutan serta implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) di sepanjang rantai pasok.

“Pertumbuhan bisnis kami ingin berjalan seiring dengan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, pengembangan KA kontainer tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume, tetapi juga pada terciptanya sistem logistik yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” tutup Yuskal.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman