Jelang Muktamar ke-35, Ini Daftar Ketum PBNU dari Masa ke Masa

calendar_today 26.08.2026 - person  - timer ~

8. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memimpin PBNU pada 1984-1999. Ia merupakan cucu KH Hasyim Asy'ari dan berasal dari keluarga besar NU.

Gus Dur dikenal melalui pemikirannya mengenai demokrasi, pluralisme, kemanusiaan, dan kehidupan berbangsa. Gagasannya berkembang tidak hanya di lingkungan NU, tetapi juga dalam percakapan politik dan sosial nasional.

Setelah sekitar 15 tahun memimpin NU, kiprah politik Gus Dur semakin besar. Pada 1999, ia terpilih sebagai Presiden keempat Republik Indonesia.

Pada tahun yang sama, KH Ahmad Hasyim Muzadi dipercaya melanjutkan kepemimpinan PBNU.

9. KH Ahmad Hasyim Muzadi

KH Ahmad Hasyim Muzadi menjabat Ketua Umum PBNU pada 1999-2010. Ia memimpin organisasi ketika Indonesia memasuki era Reformasi.

Sebelum berada di tingkat pusat, Hasyim Muzadi telah lama berkecimpung dalam struktur NU. Ia juga pernah menjadi Ketua PWNU Jawa Timur.

Pada periode tersebut, NU menghadapi perubahan politik dan sosial setelah berakhirnya Orde Baru. Organisasi juga beradaptasi dengan situasi nasional yang berubah.

Setelah dua periode kepemimpinan, kursi Ketua Umum PBNU beralih kepada KH Said Aqil Siroj pada 2010.

10. KH Said Aqil Siroj

KH Said Aqil Siroj dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU pada 2010-2021. Ia menjalankan dua periode kepengurusan sebelum digantikan dalam Muktamar ke-34 NU.

Said Aqil memiliki latar belakang pendidikan Islam dan dikenal sebagai ulama sekaligus akademisi. Ia menempuh pendidikan di sejumlah lembaga keislaman, termasuk di Arab Saudi.

Pada masa kepemimpinannya, NU menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat. Pendidikan, sosial, keagamaan, dan kebangsaan menjadi bagian dari agenda organisasi.

Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021 kemudian memilih KH Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU.

11. KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya

KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Desember 2021. Ia memperoleh 337 suara.

Salah satu agenda besar pada masa kepemimpinannya adalah penyusunan roadmap NU untuk 25 tahun ke depan. Dokumen tersebut dirancang sebagai arah jangka panjang bagi organisasi, lembaga, dan badan otonom NU.

Perjalanan kepengurusannya juga diwarnai dinamika internal. Pada November 2025, sempat muncul keputusan Syuriyah terkait pemberhentian Gus Yahya. Posisi tersebut kemudian dipulihkan pada Januari 2026 setelah melalui proses internal organisasi.

Menjelang Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya kembali masuk dalam bursa calon Ketua Umum. Selain petahana, sejumlah nama lain turut disebut, antara lain KH Abdul Ghaffar Rozin, KH Zulfa Mustofa, KH Yusuf Chudlori, KH Nasaruddin Umar, KH Abdussalam Shohib, KH Abdul Hakim Mahfudz, dan Hery Haryanto Azumi.

Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026 akan menjadi forum yang menentukan siapa yang mendapat mandat memimpin PBNU untuk periode berikutnya.