Jelang Final Piala Dunia, Gus Salam: Keberuntungan Akan Memihak Argentina

calendar_today 19.07.2026 - person  - timer ~

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:19 WIB

Jakarta, VIVA – Demam final Piala Dunia kembali memanaskan jagat sepak bola. Jutaan pasang mata dipastikan akan tertuju pada satu laga partai puncak. Di Indonesia, gelombang euforia juga terasa kuat di lingkungan pesantren. Para kiai dan santri yang biasanya sibuk dengan kitab kuning, jelang final dipastikan bakal begadang nonton bareng.

Baca Juga

Perbincangan laga final piala dunia mulai terasa di warung-warung kopi, pos-pos keamanan lingkungan hingga grup WhatsApp alumni pesantren. Pembahasan taktik, prediksi skor, sampai jersey timnas jadi topik obrolan. Sudah jamak, piala dunia punya daya magis menyatukan semua perbedaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Katib Syuriyah PWNU DKI Jakart KH Lukman Hakim Hamid menyatakan sepak bola tidak sekedar olah raga favorit rakyat. Lebih dari itu, menjadi ajang silaturrohim diantara kiai-kiai muda pesantren, santri dan masyarakat, terutama di Jawa Timur. Dan, menonton world champions menjadi hiburan bersama, sekaligus untuk silaturrohim. 

Baca Juga

“Ini bukan sekadar bola. Ini hiburan rakyat, ini silaturrahim. Capek kan lihat berita-berita korupsi di tanah air dan manuver Donald Trump dalam konflik saling serang di Timur Tengah," kata Gus Lukman, Minggu, 19 Juli 2026.

Bagi pecinta bola, menurut Gus Lukman, final piala dunia 2026 ini adalah puncak dari sebulan penuh drama, air mata, dan kejutan. Dunia seakan berhenti sejenak. Bahkan para kandidat calon ketua umum PBNU yang bakal bertarung di Muktamar ke-35 NU, akhir Agustus nanti, semua bakal duduk bareng di depan layar yang sama, dengan harapan dan doa yang sama: semoga tim jagoannya menang.

Baca Juga

“Sepak bola kan memang begitu. Ia menyatukan bahasa, menyatukan doa, dan menyatukan sorak-sorai dari penjuru manapun sampai pesantren. Itu hebatnya bola. Tapi NU juga hebat lho. Kan simbol NU bola dunia, dan NU diperebutkan, sekaligus menyatukan,” ungkap Gus Lukman.

Disisi lain, jelang laga pamungkas perebutan gelar final piala dunia antara juara Amerika Latin dan juara Eropa, KH Abdussalam Shohib yang akrab disapa Gus Salam menyampaikan prediksinya. Pengasuh PP Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang ini tetap menjagokan Timnas Argentina.

Halaman Selanjutnya

Menurut Gus Salam, final kali ini mempertemukan dua kekuatan besar, Argentina peringkat 1 dunia berhadapan dengan Spanyol peringkat 2 dunia. Adu gengsi antar benua yang sudah lama dinanti pecinta sepak bola.