Karo (ANTARA) - Kegiatan Jelajah Wisata Budaya (JWB) Ke-4 resmi berlanjut ke Desa Dokan, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Rabu (7 Oktober 2026), membawa 143 peserta untuk menyelami langsung kehidupan, tradisi, dan warisan budaya masyarakat setempat.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, yang mewakili Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes.
Turut hadir Direktur Pemasaran BPODT Wahyu Dito Galih Indharto, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara Sukronedi, Konsul Kehormatan Thailand di Medan Martono Anggusti, serta Ketua DPD ASPPI Sumatera Utara Ahmad Fauzi Lubis, beserta para pelaku industri pariwisata dan pembeli paket wisata dari dalam dan luar negeri.
Dalam sambutan yang dibacakannya, Pemerintah Kabupaten Karo menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) yang memilih Karo sebagai salah satu destinasi kegiatan ini.
"Desa Dokan bukan sekadar tempat dikunjungi, melainkan ruang hidup kebudayaan Karo. Di sini terlihat jelas jejak kehidupan masyarakat, rumah adat, tradisi, kearifan lokal, dan nilai-nilai budaya yang terus diwariskan lintas generasi," ujar Komando Tarigan.
Pemkab Karo berharap kunjungan para pelaku industri tidak sekadar pengenalan destinasi, melainkan berlanjut menjadi kesepakatan penyusunan paket wisata yang dapat dipasarkan ke wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah daerah juga menegaskan kesiapannya bermitra dengan pelaku pariwisata untuk mengembangkan destinasi sekaligus meningkatkan lama tinggal wisatawan, khususnya dalam ekosistem pariwisata Danau Toba.
Kegiatan JWB Ke-4 berlangsung 5–8 Oktober 2026, diikuti peserta dari berbagai wilayah Indonesia serta negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. Sebelum tiba di Desa Dokan, rombongan telah mengunjungi Kota Medan dan Berastagi.
Melalui kunjungan ini, Desa Dokan diproyeksikan menjadi salah satu titik kunci dalam rute wisata yang menghubungkan Medan–Berastagi–Desa Dokan–Danau Toba. Konsep pengembangannya tidak hanya mengandalkan wisata alam, tetapi menggabungkan pengalaman budaya, kuliner, pertanian, dan kearifan lokal masyarakat.
"Pengembangan pariwisata dan kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas wisata," tambah Bupati Karo.
Kunjungan ini diharapkan memperluas promosi wisata budaya Karo sekaligus melahirkan paket perjalanan baru yang lebih beragam dan berdaya saing di Sumatera Utara.
Pewarta: Ade Friadi
Editor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.