Jakarta -
Perkembangan industri estetika turut mengubah cara konsumen dalam memilih perawatan kulit. Konsumen kini tak lagi sekadar mengikuti treatment yang sedang tren, tetapi semakin aktif mencari tahu kandungan, teknologi, manfaat, keamanan, hingga kesesuaiannya dengan kondisi kulit.
Perubahan tersebut melahirkan generasi konsumen yang semakin 'skintellectual', yakni lebih teredukasi, kritis, dan ingin memahami alasan di balik setiap treatment yang dipilih. Tren ini juga terlihat dalam perkembangan aesthetic treatment yang semakin mengarah pada perawatan dengan hasil natural. Skin booster termasuk treatment injeksi yang masih dicari konsumen untuk membantu memperbaiki tekstur kulit.
Mengutip ANTARA, dokter dari Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia memproyeksikan tren perawatan estetika bergerak ke arah peningkatan kualitas kulit, penggunaan teknologi yang semakin maju, serta pendekatan non-invasif dengan hasil alami. Skin booster dan collagen stimulator disebut berpotensi semakin diminati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab perubahan tersebut, SKIN+ Clinic menghadirkan SKIN+Booster Series, sebuah pendekatan personalized skin booster yang mengelompokkan lebih dari 20 pilihan skin booster ke dalam enam kategori berdasarkan kebutuhan dan tujuan kulit atau skin goals. Enam kategori tersebut meliputi:
Melalui sistem tersebut, SKIN+ Clinic ingin mengubah pertanyaan konsumen dari sekadar "Skin booster apa yang sedang tren?" menjadi "Apa yang sebenarnya dibutuhkan kulit saya?"
Konsumen Semakin Pintar, Personalisasi Semakin Penting
Menurut GM Marketing Euromedica Group Renny Hasibuan, meningkatnya pengetahuan konsumen terhadap skincare dan aesthetic treatment menjadi salah satu perubahan penting dalam industri kecantikan.
"Konsumen sekarang semakin skintellectual. Mereka datang bukan hanya mencari glowing skin, tetapi sudah mulai memahami ingredients, teknologi, bahkan mencari tahu treatment sebelum datang ke klinik. Semakin knowledgeable konsumennya, semakin personal pula solusi yang harus kita berikan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, banyaknya pilihan skin booster di pasar dapat menjadi keuntungan sekaligus tantangan. Konsumen memiliki lebih banyak pilihan, tetapi belum tentu mengetahui treatment mana yang paling relevan dengan kondisi kulitnya.
"Itulah mengapa kami membangun SKIN+Booster bukan sekadar sebagai kumpulan treatment. Kami membuat enam kategori berdasarkan skin goals agar konsumen lebih mudah memahami kebutuhannya. Kami ingin SKIN+ dikenal sebagai expert yang membantu konsumen menemukan skin booster yang tepat, bukan sekadar menawarkan skin booster yang sedang populer," tambahnya.
Tidak Ada Satu Skin Booster untuk Semua Kulit
Dari perspektif medis, kondisi kulit setiap individu dapat berbeda sehingga rekomendasi treatment perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing klien.
Menurut SKIN+ Doctor & Trainer dr. Renobulan Sanusi banyaknya pilihan skin booster justru membuat peran assessment dan rekomendasi dokter semakin penting.
"Tidak ada satu skin booster yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Dua orang dapat memiliki usia yang sama tetapi kondisi kulit, concern, dan skin goals yang berbeda. Karena itu, kami melihat kondisi kulit terlebih dahulu sebelum menentukan jenis skin booster yang paling sesuai," jelasnya.
Sebagai contoh, klien yang menginginkan tampilan kulit lebih glowing belum tentu membutuhkan treatment yang sama dengan klien yang memiliki concern terhadap pigmentasi, jerawat, tekstur, tanda-tanda penuaan, ataupun kulit sensitif. Melalui lebih dari 20 pilihan dalam SKIN+Booster Series, dokter memiliki pilihan yang lebih luas untuk menyesuaikan rekomendasi berdasarkan kebutuhan tersebut.
Personalisasi yang Didukung Riset dan Standardisasi
Bagi SKIN+ Clinic, banyaknya pilihan treatment perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga standar kualitas, keamanan, dan kompetensi dokter. Sebagai bagian dari Euromedica Group, SKIN+ Clinic didukung oleh Euromedica Research Lab, yang menjalankan evaluasi internal terhadap treatment dan protokol untuk mendukung penilaian hasil treatment dan keamanan.
Sementara itu, melalui Euromedica the Academie, dokter SKIN+ Clinic mendapatkan training dan standardisasi terkait product knowledge, teknik, protokol, dan standar treatment. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pendekatan personalized treatment tidak hanya didukung pilihan produk, tetapi juga kompetensi dokter.
"Dalam personalized treatment, bukan hanya produknya yang penting. Pemahaman dokter terhadap kondisi kulit, karakteristik setiap skin booster, teknik, serta protokol treatment juga sangat menentukan. Karena itu, training dan standardisasi dokter menjadi bagian penting dari SKIN+Booster," ujar dr. Renobulan.
Dari Treatment-Based Menjadi Goal-Based Beauty
Melalui SKIN+Booster, SKIN+ Clinic ingin mendorong perubahan cara konsumen dalam memilih aesthetic treatment, dari treatment-based menjadi lebih goal-based dan personalized. Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan dan tujuan kulit masing-masing konsumen sebagai bagian penting dalam menentukan treatment.
"Beauty sekarang semakin personal. Bagi kami, the future of beauty bukan tentang membuat semua orang memiliki kulit yang sama, tetapi membantu setiap orang mencapai versi terbaik dari kulitnya sesuai kebutuhan dan goal masing-masing. Itu yang kami maksud dengan 'Your Skin. Your Goal. Boost It Your Way,'" tutup Renny Hasibuan.
(Skin Clinic/sls)