Rabu, 2 September 2026 16:17 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Peserta MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Transit Manyaran, Kota Semarang, Rabu (2/9/1026). ANTARA/HO-Pemprov Jateng.
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang target ganda dalam gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026, yakni sukses sebagai tuan rumah sekaligus sukses meraih prestasi.
"Kita ini sebagai tuan rumah harus berhasil. Tetapi jangan penyelenggaraannya saja yang berhasil, kafilahnya juga harus berhasil. Itu baru jagoan,” kata Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, di Semarang, Rabu, saat Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Peserta MTQ Nasional XXXI di Asrama Haji Transit Manyaran, Kota Semarang.
Ia meminta para kafilah memanfaatkan masa pelatihan untuk mematangkan kemampuan, mental, dan kesiapan bertanding.
Menurut Luthfi, Jateng memiliki modal besar untuk meraih prestasi, dengan jumlah penduduk muslim yang besar membuat provinsi tersebut memiliki banyak masjid, musala, serta hafiz dan hafizah.
Ia meminta peserta memaksimalkan waktu pelatihan karena keberhasilan tidak bisa didapat dengan instan, tetapi dipersiapkan melalui latihan.
"Keberhasilan suatu kegiatan itu dari latihannya. Porsinya 70 persen latihan, yang 30 persen pelaksanaan. Perhatikan segala arahan dari para pelatih. Betul-betul kita hayati," katanya.
"Tidak hanya menjadi pengalaman untuk diri sendiri, tetapi juga pengalaman untuk masa yang akan datang," lanjutnya.
Luthfi mengingatkan kepada para peserta bukan lagi hanya membawa nama pribadi dan daerah asal, tapi juga membawa nama besar Jawa Tengah.
Koordinator Pelatih Kafilah Jateng Sofyan Hadi Musa mengatakan pelatihan tersebut telah memasuki periode keenam.
"Fokus utamanya simulasi bagaimana tampil di MTQ, kemudian dinilai dan diberikan masukan supaya tidak ada kekurangan, apalagi kesalahan ketika tampil," katanya.
Selain kemampuan teknis, pelatihan diarahkan untuk memperkuat mental peserta agar mampu tampil tenang dan konsisten di hadapan dewan hakim.
Sebanyak 67 anggota kafilah mengikuti pelatihan tersebut, terdiri atas 56 peserta inti dan 11 peserta cadangan. Mereka didampingi 13 pelatih nasional dan 13 pelatih lokal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng sekaligus Ketua Umum LPTQ Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen turut meminta peserta menumbuhkan kepercayaan diri.
Kemampuan teknis, kata dia, yang telah dikuasai harus ditunjang kesiapan menghadapi tekanan saat perlombaan.
Baca juga: Jateng matangkan persiapan MTQ Nasional
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.