Idham Nur Indrajaya
| 15 September 2026, 18:05 WIB

Jaringan bisnis Summarecon mencakup 9 kawasan terpadu, hunian, mal, hotel, pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas komersial. dok. Summarecon
AKURAT.CO Sebuah kawasan perumahan bisa saja berhenti sebagai tempat tinggal. Namun, ketika di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, sekolah, rumah sakit, hotel, ruang komersial, fasilitas olahraga, hingga ruang publik, kawasan tersebut telah berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar. Pola inilah yang terlihat dalam perkembangan jaringan bisnis Summarecon selama puluhan tahun.
Jaringan bisnis Summarecon dibangun melalui konsep pengembangan kota mandiri atau township. Model tersebut menggabungkan hunian dengan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kawasan komersial dan pusat belanja hingga pendidikan, kesehatan, perhotelan, olahraga, dan rekreasi. Berdasarkan narasi perusahaan, Summarecon kini mengembangkan sembilan kawasan utama yang tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, hingga Makassar.
Yang menarik, perjalanan tersebut bermula dari lahan sekitar 10 hektare di Kelapa Gading pada 1970-an. Dari pengembangan lahan awal itu, Summarecon kemudian membangun model bisnis yang tidak hanya bergantung pada penjualan rumah, tetapi juga menciptakan ekosistem kawasan dengan berbagai sumber aktivitas ekonomi.
PT Summarecon Agung Tbk. didirikan pada November 1975 oleh Soetjipto Nagaria dan rekan-rekannya. Setahun kemudian, perusahaan mulai mengembangkan perumahan di lahan 10 hektare di Kelapa Gading Permai, kawasan yang kemudian berkembang menjadi Summarecon Kelapa Gading.
Pada tahap awal, bisnisnya berangkat dari kebutuhan paling dasar dalam sebuah kawasan: hunian. Namun, pengembangan kemudian melebar ke ruko di sepanjang Jalan Bulevar Kelapa Gading, fasilitas olahraga, hingga pusat perbelanjaan. Kehadiran Mal Kelapa Gading sejak 1990 menjadi salah satu contoh bagaimana kawasan hunian mulai dipadukan dengan aktivitas komersial.
Pola tersebut menjadi penting karena sebuah township membutuhkan lebih dari sekadar rumah. Penghuni membutuhkan tempat berbelanja, bekerja, makan, berolahraga, mengakses pendidikan, dan memperoleh layanan kesehatan. Dari sinilah jaringan bisnis pengembang dapat berkembang mengikuti kebutuhan kawasan.
Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
I
I




