Jakarta, CNN Indonesia --
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi secara terus-menerus sejak Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9), sudah berdampak ke sejumlah provinsi terdekat.
Abu vulkanik akibat erupsi sudah menyebar ke lima provinsi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konferensi pers daring pada Minggu (6/9), dilansir Detik.
Abu vulkanik tentunya berbeda dengan debu biasa. Struktur kristalnya yang tajam bisa menggores dan mengikis permukaan benda jika dibersihkan dengan cara dilap atau disikat.
Hujan dan angin efektif untuk menghilangkan abu vulkanik. Namun tentunya ini lebih berdampak pada berbagai barang yang ada di luar ruangan. Lalu bagaimana dengan perabotan di dalam ruangan?
Pilihan Redaksi
Berikut ini panduan praktis sekaligus aman dari International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) untuk membersihkan abu vulkanik, baik di luar maupun di dalam ruangan.
Hal terpenting yang harus dilindungi, yakni mesin seperti pompa air dan sistem pembuangan seperti talang air serta saluran pembuangan air.
Adapun seusai hujan abu vulkanik, mulai bersihkan dari atap terlebih dahulu untuk mencegah jalanan dibersihkan berulang kali. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan menurut IVHHN:
Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan ketika membersihkan abu vulkanik. Pertama, jangan merendam abu karena akan mengeras menjadi massa yang sulit dibersihkan. Jika abu mengeras di atap, ini akan menambah beban dan meningkatkan risiko atap runtuh.
Kemudian jangan membuang abu di halaman rumah atau pinggir jalan. Jangan pula mengalirkan abu yang basah ke dalam talang, selokan, atau saluran pembuangan air lainnya. Ini berisiko menyumbat pipa.
Terakhir, hindari mengemudikan kendaraan kecuali benar-benar diperlukan. Selain bahaya bagi mesin, kendaraan bisa mengaduk abu.
Baca halaman selanjutnya untuk mengetahui cara membersihkan bagian dalam rumah...
Jakarta, CNN Indonesia –
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi secara terus-menerus sejak Jumat (4/9) hingga Minggu (6/9), sudah berdampak ke sejumlah provinsi terdekat.
Abu vulkanik akibat erupsi sudah menyebar ke lima provinsi. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konferensi pers daring pada Minggu (6/9), dilansir Detik.
Abu vulkanik tentunya berbeda dengan debu biasa. Struktur kristalnya yang tajam bisa menggores dan mengikis permukaan benda jika dibersihkan dengan cara dilap atau disikat.
Hujan dan angin efektif untuk menghilangkan abu vulkanik. Namun tentunya ini lebih berdampak pada berbagai barang yang ada di luar ruangan. Lalu bagaimana dengan perabotan di dalam ruangan?
Pilihan Redaksi
Berikut ini panduan praktis sekaligus aman dari International Volcanic Health Hazard Network (IVHHN) untuk membersihkan abu vulkanik, baik di luar maupun di dalam ruangan.
Hal terpenting yang harus dilindungi, yakni mesin seperti pompa air dan sistem pembuangan seperti talang air serta saluran pembuangan air.
Adapun seusai hujan abu vulkanik, mulai bersihkan dari atap terlebih dahulu untuk mencegah jalanan dibersihkan berulang kali. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan menurut IVHHN:
Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan ketika membersihkan abu vulkanik. Pertama, jangan merendam abu karena akan mengeras menjadi massa yang sulit dibersihkan. Jika abu mengeras di atap, ini akan menambah beban dan meningkatkan risiko atap runtuh.
Kemudian jangan membuang abu di halaman rumah atau pinggir jalan. Jangan pula mengalirkan abu yang basah ke dalam talang, selokan, atau saluran pembuangan air lainnya. Ini berisiko menyumbat pipa.
Terakhir, hindari mengemudikan kendaraan kecuali benar-benar diperlukan. Selain bahaya bagi mesin, kendaraan bisa mengaduk abu.
Baca halaman selanjutnya untuk mengetahui cara membersihkan bagian dalam rumah...

Warga menunjukkan abu vulkanik di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)
Tingkat keparahan abu vulkanik di dalam rumah tergantung dari ukuran celah jendela, pintu, hingga ventilasi. Jika Anda terlalu sering membuka jendela dan pintu, besar kemungkinan abu vulkanik akan cepat menebal di dalam rumah.
Jika memungkinkan, gunakan alat penyedot debu untuk membersihkan permukaan di dalam rumah dengan aman. Adapun di iklim panas, pembersihan perlu dilakukan beberapa kali dalam sehari.
Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan saat membersihkan abu vulkanik di dalam ruangan:
[Gambas:Photo CNN]
Adapun beberapa hal yang tak boleh dilakukan, salah satunya menggunakan penyapu lantai dengan sikat samping. Hal ini dapat mengangkat kembali partikel debu ke udara.
Selain itu, jangan membersihkan ruangan dengan alat blower dengan udara bertekanan atau menyapu abu kering, karena abu akan terangkat kembali ke udara.
Terakhir, jangan menggunakan kipas angin atau pengering pakaian listrik yang dapat mengangkat kembali abu.
Itu dia beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan rumah dari abu vulkanik secara aman, baik di luar maupun di dalam rumah. Jangan lupa, jaga pula kesehatan diri dan keluarga.