Jakarta -
Terbiasa mengambil terlalu banyak tanggung jawab bisa membuat seseorang kewalahan, terutama ketika pekerjaan yang harus diselesaikan terus bertambah. Padahal, tidak semua urusan perlu ditangani sendiri atau menjadi tanggung jawab Bunda.
Menolak pekerjaan bukan berarti Bunda tidak peduli terhadap orang lain. Ada kalanya, mengarahkan tugas kepada orang yang lebih tepat atau mendelegasikannya justru menjadi pilihan yang lebih bijak agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik.
Karena itu, Bunda tidak harus selalu mengatakan, “Bukan masalah saya” ketika ingin menolak suatu urusan. Ada beberapa kalimat pengganti yang terdengar lebih profesional dan tetap tegas tanpa menyinggung perasaan orang lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Your Tango, orang-orang profesional dan bijaksana sering kali mengatakan kalimat berikut ini ketika menolak terlibat dalam suatu masalah:
Menolak untuk mengatasi masalah yang bukan tanggung jawab Bunda bisa jadi sensitif. Orang yang mungkin beranggapan bahwa Bunda malas atau mencoba menghindari konflik.
Namun kenyataannya, mungkin akan lebih efektif jika seorang ahli di bidang tersebut yang menangani masalah tertentu. Merupakan ide bagus untuk membiarkan seseorang yang berpengetahuan memimpin dan meminta bantuan jika mereka membutuhkannya.
Pengalihan yang sopan ini menghindari menyalahkan orang lain dan membantu menetapkan batasan profesional di masa depan.
Cara sopan lainnya yang dapat Bunda sampaikan adalah “Itu bukan tugas saya”. Ini memberitahu seseorang bahwa lingkup pekerjaan Bunda tidak mencakup masalah yang mereka ajukan.
Ini memberitahu mereka bahwa Bunda telah meninjau deskripsi pekerjaan secara menyeluruh dan tidak dapat menemukan tugas yang diminta untuk Bunda selesaikan. Kunci untuk menjaga profesionalisme adalah dengan menawarkan alternatif.
Penolakan tegas saja jarang cukup dalam situasi profesional, Bunda perlu menghubungkan mereka dengan orang yang tepat untuk menuju penyelesaian.
Cara halus lainnya untuk mengalihkan masalah kepada orang atau tim yang tepat adalah dengan menunjukkan siapa yang bertanggung jawab dan menanyakan apakah mereka menyadari situasinya.
Ini menempatkan orang yang membutuhkan bantuan sebagai penanggung jawab untuk menghubungi orang yang tepat, dan mengurangi beban.
Pendekatan lembut ini lebih bersifat percakapan daripada kasar dan menjelaskan kepemilikan yang tepat tanpa mengalihkan tanggung jawab.
Menyatakan bahwa memiliki hasil kerja yang diprioritaskan daripada permintaan yang menyita waktu dan energi, Bunda menunjukkan bahwa tidak menghindari tanggung jawab.
Ungkapan ini menunjukkan empati, tetapi juga mendorong rekan kerja untuk mengambil pendekatan yang lebih empatik. Ini membuka mata mereka terhadap beban kerja dan membuat mereka menyadari bahwa mereka mengabaikannya demi mendapatkan bantuan untuk pekerjaan sendiri.
Tidak ada seorang pun yang mau mengatakan secara terang-terangan bahwa mereka tidak tahu sesuatu, bahkan jika itu di luar bidang keahliannya.
Dengan mengatakan hal ini, Bunda menunjukkan bahwa menanganinya sendiri akan lebih banyak menimbulkan banyak kerugian.
Ini memberikan kesan kolaboratif yang pasti diapresiasi oleh orang lain. Ini tetap memenuhi tujuan Bunda untuk mengalihkan tanggung jawab, tetapi dengan cara yang positif.
Bunda ingin memastikan pekerjaan tersebut mendapatkan perhatian yang layak, dan tahu bahwa bukan orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut.
Mengakui bahwa Bunda tidak memenuhi syarat untuk menangani suatu masalah bisa jadi sulit dalam lingkungan profesional. Namun, mengetahui bahwa ada rekan kerja yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut, sangat membantu.
Salah satu masalah terbesar banyak orang adalah malu ketika tidak tahu banyak hal. Alih-alih cemas dan panik, jujurlah tentang kurangnya pengetahuan dan keterbatasan Bunda.
Tidak masalah untuk mengatakan tidak dalam situasi tertentu. Bunda memiliki prioritas, dan terkadang sulit mengubahnya di tengah rencana.
Ungkapan ini mendorong orang lain untuk mempertimbangkan bahwa dunia mungkin tidak berputar di sekitar dan kebutuhan mereka.
Ungkapan ini mengarahkan mereka ke arah yang benar sehingga mereka merasa telah berkontribusi dalam penyelesaian masalah, bukan hanya lepas tangan.
Cara yang bagus untuk mengurangi dampak negatifnya adalah dengan menawarkan sesuatu yang lebih kecil dan tidak terlalu merepotkan.
Bantu mereka melakukan brainstorming secara singkat. Bunda membantu mereka memikirkan masalah tanpa diharapkan memberikan solusi.
Hal ini memberdayakan mereka tidak hanya untuk menemukan orang yang tepat untuk membantu, tetapi juga untuk muncul dengan beberapa ide.
Nah, itulah beberapa kalimat pengganti “Bukan masalah saya” yang dapat Bunda sampaikan agar lebih sopan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)