Rabu, 30 September 2026 - 16:30 WIB
VIVA – Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat setiap hari. Mulai dari kopi hitam, kopi susu, hingga berbagai minuman kopi dengan tambahan sirup dan perisa, semuanya memiliki banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan selera.
Baca Juga
Bagi umat Muslim, kopi pada dasarnya termasuk minuman yang halal. Namun, status halal sebuah produk kopi tidak hanya ditentukan dari biji kopinya. Bahan tambahan yang digunakan dalam proses pembuatan, termasuk perisa, sirup, enzim, hingga bahan baku tertentu, juga perlu diperhatikan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hal tersebut membuat konsumen Muslim perlu lebih cermat ketika membeli produk kopi, terutama produk olahan yang memiliki banyak campuran bahan. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan adalah memeriksa keberadaan sertifikasi dan logo halal pada produk atau gerai yang dipilih.
Baca Juga
Mengapa Kopi Bisa Menjadi Tidak Halal?
Kopi dapat memiliki status yang berbeda apabila dalam proses pengolahannya terdapat bahan yang berasal dari sumber tidak halal. Salah satu contohnya adalah penggunaan minuman beralkohol sebagai campuran pada produk akhir.
Baca Juga
"Contoh di luar negeri itu, ada brand dari China. Nah, dia punya satu produk, which is end product-nya itu udah dicampur sama moutai, arak Cina gitu. Jadi, pencampuran tersebut kalau buat di China mah seneng-seneng aja mereka ya kan," kata Chief People & Culture Officer Kopi Kenangan, Gemini Aryanto, di Jakarta, Rabu 30 September 2026.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa konsumen perlu memperhatikan bukan hanya jenis minuman utamanya, tetapi juga bahan yang ditambahkan ke dalam produk. Minuman berbasis kopi dapat memiliki komposisi yang kompleks, terutama jika menggunakan berbagai jenis perisa, sirup, krimer, atau bahan tambahan lainnya.
Bahan Tambahan Juga Perlu Diperiksa
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam proses produksi minuman, bahan tambahan dapat berasal dari berbagai sumber. Perisa atau sirup yang digunakan, misalnya, tidak selalu hanya terdiri dari bahan utama yang tercantum dalam nama produknya. Di dalam pembuatannya dapat terdapat sejumlah komponen lain yang perlu dipastikan sumbernya.
"Di prosesnya kan ada banyak. Contoh, proses kita ambil supplier dari luar yang bikin sirup, variannya ada macam-macam ya. Ada rasa-rasa blueberry dan lainnya. Di prosesnya itu kadang-kadang kan ada substances yang mungkin tidak halal. Itu kan biasanya ada kode kehalalan dari satu raw material," jelasnya.
Halaman Selanjutnya
Karena itu, pemeriksaan kehalalan tidak cukup hanya dilakukan terhadap produk akhir. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan minuman juga perlu ditelusuri asal-usulnya untuk memastikan tidak terdapat komponen yang masuk dalam kategori tidak halal.