Hampir dua tahun berselang setelah dugaan kekerasan seksual terjadi di sebuah rumah persaudaraan mahasiswa di Cornell University, Chi Phi. Kasus Jane Doe menjadi sorotan, bukan hanya di kalangan, tetapi juga di kalangan figur publik. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan mengapa kasus ini dibuka kembali?
Gugatan perdata yang diajukan pada 16 September 2026 mendorong jaksa di Tompkins County untuk membuka kembali penyelidikan. Berdasarkan laporan Al-Jazeera (29/9/2026), Jane Doe, mahasiswa Cornell yang berusia 20 tahun saat kejadian, berada di rumah persaudaraan Chi Phi pada Oktober 2024 dan dalam kondisi terpengaruh alkohol serta obat-obatan.
Ia mengaku kemudian diperkosa oleh tujuh pria di rumah perkumpulan tersebut selama 7 jam sebelum akhirnya pingsan pukul 05.45 pagi. Selang beberapa minggu, dalam pernyataannya kepada stasiun televisi AS CBS News pada hari Senin, pengacara Doe, Thomas Giuffra, mengatakan bahwa kliennya melapor ke polisi karena meyakini dirinya sebagai “korban tindak pidana”.
Tak satu pun dari ketujuh orang tersebut ditangkap, dan lainnya hanya diwajibkan menulis esai tentang apa yang mereka lakukan, mengikuti lokakarya, dan menjalani skorsing singkat. Namun, jaksa memiliki penjelasan berbeda mengenai alasan tidak adanya tuntutan pada 2024 (Al Jazeera, 29/9/2026).
Pengacara Doe mempertanyakan kualitas proses awal dan mengatakan korban tidak diwawancarai oleh penyidik dengan keahlian khusus. Jaksa juga mengakui kantornya saat itu mengandalkan penyelidikan Cornell University Police Department.
Jaksa Wilayah Tompkins, Van Houten, pada hari Senin (28/9/2026), dalam pernyataan awal Doe pada November 2024, ia tidak menyebut bahwa dirinya diberi obat bius tanpa sepengetahuannya atau menjadi korban pemerkosaan. Sebaliknya, pernyataan Jane Doe menggambarkan partisipasinya dalam penggunaan narkoba dan aktivitas seksual sebagai suatu bentuk sukarela dan atas dasar kesepakatan bersama.
Kasus Cornell kini kembali membuka pertanyaan yang lebih luas tentang apa yang seharusnya terjadi ketika laporan kekerasan seksual masuk ke lingkungan kampus. Bagi Jane Doe, proses hukum yang kembali berjalan menjadi babak baru dari perkara yang bermula pada 2024. Bagi aparat dan universitas, kasus ini kembali menempatkan satu pertanyaan penting di depan mata, "Bagaimana sebuah laporan kekerasan ditangani ketika kebenaran dan bukti tidak selalu muncul pada satu waktu?"