Jakarta - Ada-ada saja kejadian yang mewarnai laga di jornada pembuka LaLiga 2026/2027 ini. Pertandingan Celta Vigo vs Osasuna harus ditunda karena lapangan yang terkena serangan jamur. Keputusan itu, yang lantas berkaitan erat dengan penenentuan jadwal laga tunda, membuat tim tamu meradang.
Seperti dilansir ESPN, Celta sedianya menjamu Osasuna di Estadio Abanca Balaidos pada hari Minggu (16/8/2026) dalam jornada pertama LaLiga. Tapi kondisi rumput stadion dinilai tidak layak untuk menggelar pertandingan.
LaLiga melakukan inspeksi teknis terhadap lapangan dan menemukan penyakit jamur yang telah merusak permukaan rumput. Kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir juga memperburuk proses pemulihan lapangan. LaLiga kemudian mengumumkan laga tersebut ditunda dan dijadwalkan ulang pada 27 Agustus 2026.
"LaLiga, dalam koordinasi dengan kedua klub dan RFEF, sepakat untuk menunda laga Celta melawan CA Osasuna yang awalnya dijadwalkan pada hari Minggu di Abanca Balaidos dikarenakan masalah yang berdampak pada permukaan lapangan, yang saat ini tidak layak untuk permainan sepakbola," demikian pernyataan LaLiga.
Celta sebelumnya sudah melakukan upaya untuk "menyelamatkan" kondisi lapangan. LaLiga juga telah melakukan pemeriksaan sebelumnya dan menilai proses pemulihan berjalan dengan baik.
Namun, cuaca panas yang terjadi belakangan membuat kondisi rumput kembali memburuk. Celta akhirnya meminta laga ditunda setelah kondisi lapangan tidak kunjung memungkinkan untuk digunakan.
Masalah ternyata tidak berhenti pada jamur yang menyerang lapangan Balaidos. Osasuna justru memprotes keras tanggal baru yang ditetapkan LaLiga.
Klub asal Pamplona itu menyatakan sebenarnya kedua klub telah mencapai kesepakatan untuk memainkan pertandingan pada 24 atau 25 September, saat jeda internasional.
Menurut Osasuna, opsi tersebut lebih menguntungkan kedua tim karena tidak menambah beban jadwal pada awal musim sekaligus memberikan waktu pemulihan bagi para pemain.
Namun, kesepakatan tersebut tidak menjadi tanggal resmi pertandingan. LaLiga dan Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) akhirnya menetapkan laga Celta vs Osasuna dimainkan pada 27 Agustus. Osasuna mengaku tidak menerima keputusan tersebut.
"Namun, baik LaLiga maupun RFEF tidak menerima permintaan klub dan secara sepihak memutuskan pertandingan akan dimainkan 27 Agustus," kata Osasuna dalam pernyataannya.
"Singkatnya, tim yang paling terdampak oleh penundaan awal karena alasan di luar kendalinya kembali menjadi tim yang paling terdampak oleh jadwal baru."
Osasuna juga menyebut LaLiga dan RFEF mengetahui adanya kesepakatan antara kedua klub mengenai jadwal pertandingan pengganti.
Keberatan Osasuna bukan semata-mata soal tanggal. Klub tersebut menilai jadwal 27 Agustus membuat mereka dirugikan karena harus menghadapi pertandingan dengan jarak waktu yang sangat berdekatan. Osasuna bahkan mengkritik keputusan penundaan yang baru diambil hanya beberapa hari sebelum pertandingan.
Mereka menilai perubahan kalender secara mendadak seperti itu menunjukkan kurangnya antisipasi dalam pengelolaan kompetisi. Osasuna juga menyebut keputusan sepihak menentukan tanggal baru sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak menghormati kepentingan klub.
Menariknya, Osasuna tidak mempermasalahkan alasan utama penundaan. Mereka memahami bahwa kondisi lapangan Balaidos memang buruk akibat serangan jamur dan cuaca yang tidak mendukung. Persoalan utama Osasuna adalah cara menentukan jadwal pengganti.
Bagi Celta, penundaan tersebut juga mengubah rencana awal musim. Celta semula dijadwalkan memulai LaLiga 2026/2027 di kandang. Setelah laga melawan Osasuna ditunda, mereka baru akan menjalani pertandingan pertama melawan Valencia pada 22 Agustus.
Sementara itu, Osasuna akan menghadapi Levante pada 24 Agustus sebelum bertemu Celta tiga hari kemudian. Alhasil, masalah yang bermula dari jamur di lapangan berkembang menjadi polemik kalender LaLiga.
Balaidos harus lebih dulu diselamatkan dari serangan jamur. Setelah itu, LaLiga dan RFEF harus menghadapi protes Osasuna terkait jadwal baru.
(krs/rin)